Ageng Kiwi – Hati Adalah Hati http://untuk-telinga.blogspot.com/2011/04/ageng-kiwi-hati-adalah-hati.html
Posted in Uncategorized with a total of No comments
Ageng Kiwi – Hati Adalah Hati http://untuk-telinga.blogspot.com/2011/04/ageng-kiwi-hati-adalah-hati.html
Posted in Uncategorized with a total of No comments
The Authentics http://untuk-telinga.blogspot.com/2011/01/authentics.html
Posted in Uncategorized with a total of No comments
Mahkota – Kau Memilih Dia http://untuk-telinga.blogspot.com/2010/12/mahkota-kau-memilih-dia.html
Posted in Uncategorized with a total of No comments
Sherina – Pikir Lagi http://untuk-telinga.blogspot.com/2010/12/sherina-pikir-lagi.html
Posted in Uncategorized with a total of No comments
Rude Devils Feat Bella – Sahabat http://untuk-telinga.blogspot.com/2010/12/rude-devils-feat-bella-sahabat.html
Posted in Uncategorized with a total of No comments
Ares – Tak Butuh Lagi http://untuk-telinga.blogspot.com/2010/12/ares-tak-butuh-lagi.html
Posted in Uncategorized with a total of No comments
Megi Bievo – Entah http://untuk-telinga.blogspot.com/2010/12/megi-bievo-entah.html
Posted in Uncategorized with a total of No comments
Dulu, saya dibikin stress ketika harus memindahkan data dari 1 laptop ke laptop lainnya, dari 1 komputer ke komputer yang lainnya. Apalagi datanya buanyaaak plus gede-gede, sampai 40 giga lebih. Jika masih menggunakan usb flash drive untuk memindahkannya, pekerjaan itu akan sangat melelahkan, melahap lebih banyak waktu, ribet, membosankan, menjengkelkan. Akhirnya kemudian saya mendapat solusi yang lebih mudah, santai dan cepat, yaitu transfer data menggunakan kabel LAN, sampai bergiga-giga. Nah, bagi yang tak punya flashdisk atau hanya punya flashdisk berkapasitas minim, cara ini sangat menyenangkan lho. Yup, cara ini memang sangat mudah, kita hanya menyiapkan [1] kabel LAN (Sobat yang menggunakan internet speedy, pasti punya kabel ini, digunakan untuk koneksi modem dan internet, atau beli di toko komupter, murah ko.) Dan [2] persiapkan dua komputer/ laptop. Bagi yang sudah tau cara ini, abaikan saja artikel ini hehehe….
KABEL LAN:
Tahap-Tahap:
1. Siapkan 2 komputer menyala ![]()
2. Siapkan Kabel LAN
3. Tancapkan ujung LAN di komputer 1, dan yang lainnya di komputer 2. Jika sudah benar, indikator akan menyala di kedua lubang LAN.
4. Jika sudah siap, di kedua komputer, masuk Start Menu >> Setting >> Network Connection >> Local Area Connection
5. Jika sudah dibuka, di General, cari dan klik 2 kali Internet Protocol (TCP/IP)
6. Jika suda terbuka, klik Use the following IP Adress di kedua komputer.
7. Di komputer 1, masukkan IP Address:
IP Address: 192.168.0.1
Subnet mask: 255.255.255.0
OK
8. Di komputer 2, masukkan IP Address:
IP Address: 192.168.0.2
Subnet mask: 255.255.255.0
OK
9. Selanjutnya, buatlah folder di komputer 2, misalnya di beri nama “PINDAH”. Lalu klik kanan folder tersebut, pilih Properties
Pilih Sharing
Di Network Sharing & Security,
Ceklis Share this folder on the work
Ceklis Allow network user to change my file.
OK
Jika sudah berhasil, folder biasanya berubah jadi ada gambar tangan
10. Sebelum kirim data dari komputer 1, matikan dulu FIREWALL
Caranya:
Start menu >> Setting >> Control Panel
Pilih Windows Firewall
Klik Off
OK
Nah, sekarang sudah mati, bersiaplah mengirimkan data-data.
11. Di komputer 1, buka Windows Explorer atau Internet Explorer sobat, ketikkan alamat Ip Address (192.168.0.2) komputer 2. Ketik: \\192.168.0.2 di address (atas).
Jika sudah benar, di komputer 1, sobat akan mendapatkan folder yang sudah dibuat di komputer 2 dan dishare tadi (folder PINDAH). Dari komputer 1, sobat tinggal memindahkan/ mengirimkan file/ data sebanyak-banyaknya ke folder PINDAH tadi.
SELESAI
Selamat mencoba!!!
Sekedar catatan:
Jika sudah selesai memindahkan data-data , jangan lupa aktifkan lagi firewallnya yang tadi dibikin off. Jika pengguna internet yang pengaturan TPC/IP nya Obtain and IP address automatically, nonaktifkan lg pilihan Use the following DNS server addressesnya.
Posted in Uncategorized with a total of No comments
Sudah lama tak jalan-jalan ke jatinangor. Dulu, semasa SMA, sepanjang jalan ini saya dan kawan-kawan menghabiskan masa remaja. Masa itu tak seramai sekarang. Kini, bangunan-bangunan baru nan kokoh bermunculan; rumah makan sudah hampir saya temui di setiap lima langkah berjalan; kos-kosan mahasiswa sudah tak lagi bisa dibangun menyamping, tetapi sudah bertingkat; warnet-warnet sudah banyak; roda-roda jajanan bertambah meriah; rental game, komputer, toko-toko dan bioskop–seakan semua yang dibutuhkan orang tersedia di sini. Dari mulai Cileunyi sampai Cikuda, sudah jadi jejaring bisnis yang gempita. Sudah jarang saya menemukan rumah pribumi di garis depan jalan, semua hampir terisi padat oleh warga pendatang. Barangkali warga pribumi semuanya sudah pindah, toh rumah kawan-kawan saya semasa SMA pun sudah sedikit yang masih bertahan di sana. Bangunan-bangunan sudah dikontrakkan, di sulap jadi toko, rumah makan dan kos-kosan.
Terkadang saya menikmati suasana baru ini, tetapi seringkali merasa asing dan sepi. Dulu, tak sedikit orang yang kukenal sepanjang jalan ini, tetapi kini sudah mulai asing dengan warga pendatang, dari luar kota yang sengaja berdagang atau mahasiswa-mahasiswa dari luar pulau, bahkan banyak pula dari luar negeri yang setiapkali berbincang dengan kawannya selalu saja tak saya mengerti bahasanya. Berjalan memasuki gerbang kampus UNPAD pun kini mulai berbeda, jalan dan bangunan-bangunannya sudah lama dirombak dan direnovasi. Tak ada lagi tempat duduk di bawah pohon rimbun, favorit saya dan kawan-kawan di jalan menuju kampus. Dulu, di sana ada pedagang yang akrab dengan kami, penjual gorengan yang senang ketawa dan punya banyak cerita lucu. Kini ia entah pindah ke mana. Tak ada lagi bangku tua di lajur kanan tempat dulu saya duduk makan berdua dengan sang pacar hehehe. Tak ada lagi pohon yang melengkung tempat dulu kami berkumpul bermain musik dan berbincang-bincang sepulang sekolah. Tak ada lagi sawah dan kolam ikan di belakang gardu polisi tempat kami bermain kartu dan melahap nasi liwet.
Kini memang sudah berubah, lebih mewah. Tetapi sekarang di siang hari malah tambah gerah, tak seperti dulu. Tentu saja, hanya tempat dan suasana yang lebih dekat dengan kampus saja yang lebih banyak berubah. Atau sejak ada pusat belanja dan gedung bioskop, keramaian di daerah sana mulai menggeliat. Orang-orang mulai membangun gairah berbisnis. Tanah dan bangunan mulai dijual jauh lebih mahal dibanding tahun-tahun yang lalu. Jelang sore, keramaian dan hilir mudik kendaraan mulai bertambah bising. Musik-musik dari toko dan kafe riuh bersahutan, suara klakson, pijar lampu yang benderang meningkahi papan-papan iklan raksasa nan canggih, gemerlap memutar slide impian. Jauh dari sana, di punggung keramaian ini, warga pribumi saya temukan membangun rumah-rumahnya di tempat yang sepi, di kebun-kebun, bahkan nun jauh di kaki gunung. Melewati kampus IKOPIN dan jalan hotel menuju CIleunyi, bangunan-bangunan memang tak banyak berubah. Saya ingat, dulu sering mampir di Cibeusi, ada kawan yang punya rumah di dekat Pondok Pesantren Al-Aqsha.
Kini ia sudah tak lagi di sana. Tetapi kini Pondok Pesantren Al-Aqsha pun sudah banyak berubah, makin berkembang pesat. Ponpes ini sekarang sudah menjadi Pondok Moodern di Jatinangor, bahkan sudah ada sekolah umumnya. Santrinya sudah ratusan. Saya sebentar mampir ke sana, sunyi dan teduh. Saya bincang-bincang dengan seseorang tentang perkembangan Ponpes. Kini Al-Aqsha sudah mendapat kemajuan dalam segala bidang, dari mulai fasilitas, santri sampai sistem pembelajaran. Wah, kini pula sudah ada laboratorium komputer, perpustakaan yang mulai tambah besar dan fasilitas-fasilitas pembelajaran yang modern. Hm, tak heran jika Ponpes ini sudah banyak diminati, bahkan dipadati oleh santri-santri dari berbagai kota di Indonesia. Sungguh prestasi dan kemajuan yang cepat dan fantastis sejak berdirinya di tahun 1993. Dari dulu, Ponpes ini yang paling saya sukai di kota Sumedang, barangkali—disamping kualitas pembelajarannya yang baik—karena dulu saya sempat mengagumi santri putri yang menetap di sana hahaha.
Saya merasa kagum, di tengah-tengah lingkungan Jatinangor yang tambah mewah, glamour dan seksi ini masih bertahan Ponpes Modern yang bernapas tambah kuat dan maju. Mudah-mudahan ini menjadi oase yang bisa menyelamatkan umat dari dahaga zaman yang makin aneh. Hm, Al-Aqsha mengingatkan saya pada Drs. KH Mukhlis Aliyudin, M. Ag., dosen saya, pimpinan Ponpes; ingat beliau jadi ingat lagi kuliah yang belum kelar-kelar hahaha… Saya senang berlama-lama berbincang di lingkungan Al-Aqsha, tetapi saya harus kembali ke kampus UNPAD, ada kawan yang ingin bertemu. Berjalan dari Ponpes menuju pusat keramaian di Jatinangor seperti berjalan dari shubuh menuju siang, dari sunyi menuju riuh bunyi. Saya ingin menemukan kembali kawan-kawan saya di Jatinangor, menyusuri kenangan dan masa lalu. Lampu-lampu jelang malam mulai gemerlap berwarna-warni, mengeluarkan aroma angin. Musik mulai terdengar lagi. Saya menyusuri lebih jauh rumah-rumah di pinggiran. Bertemulah saya dengan seorang kawan. Ia mengajak saya menemui yang lainnya. Mereka masih ada. Ada yang di warnet, di toko buku, jualan jus, di rental DVD, di toko-toko makanan. Senang saya melihatnya, cakap-cakap, seronoknya hehehe…
Tapi toh mereka, warga pribumi Jatinangor, saya rasakan seakan sebagian sudah terhimpit di tanahnya sendiri. Sebagian besar dari mereka bersimpuh di teras bisnis para pendatang, selebihnya pulang ke rumah-rumah yang sunyi jauh di belakang keriuhan, membangun rumah-rumah yang berdiri tak semewah kosan dan toko-toko, rumah pribadi yang akan sampai setelah melewati ilalang dan jalan bersampah, atau terhimpit di keramaian kamar-kamar mahasiswa, atau entah di mana, masih lembap dan samar, seperti halnya seorang ayah dan anak pribumi miskin yang di siang hari mengais sampah di TPS yang bertumpuk bekas-bekas barang dan bungkus makanan mahal, entah bekas siapa, barangkali bekas para pemilik modal, atau bekas seorang turis yang kebingungan mencari tempat sampah di Indonesia. Lalu malam larut, saya menyusuri pertokoan dan roda-roda dagangan yang masih saja memproduksi makanan selarut ini. Gerimis pun turun, perempuan-perempuan cantik nan seksi menjerit berlari manja di bawah garis-garis hujan, air selokan menumbuhkan aroma pasir dan plastik, menghanyutkan semua kenangan…
Posted in Uncategorized with a total of 1 comment
The Greatest Arabic Songs (2000) berisi kumpulan lagu-lagu populer dari dunia Arab. Di album ini bertebaran penyanyi-penyanyi yang sukses di masanya, diantaranya Abdul Majeed Abdullah yang lahir di Al-’Aridah, 18 Agustus 1963. Ia adalah salah satu penyanyi paling populer di dunia Arab. Ada penyanyi yang tak asing lagi, Nawal Al Zoghby, penyanyi Lebanon yang lahir tanggal 29 Juni 1972, di Byblos, Lebanon. Dia memiliki basis penggemar yang kuat di seluruh dunia Arab dan meluas kepada Amerika Utara dan Eropa. Tak ketinggalan, ada Kathem El Saher, yang dikenal penyanyi, komposer, dan penyair dari Irak. Ia lahir 12 September 1957. Ia dipuji sebagai legenda sejati musik Arab. Kathem telah menetapkan dirinya sebagai salah satu penyanyi paling sukses dalam sejarah dunia Arab. Ada juga Amr Diab, penyanyi berkebangsaan Mesir kelahiran Port Said, Mesir pada 11 Oktober 1961. Dia merupakan penyanyi yang tersukses di Mesir dan Timur Tengah. Ada Najwa Karam, lahir 26 Februari 1966 di Zahle, Lebanon. Ia adalah penyanyi Lebanon. Karier bernyanyi nya dimulai pada akhir 1980. Ia salah satu penyanyi Arab yang paling berhasil dalam berbagai festival dan konser di seluruh dunia.
Ada pula Ragheb Allama, penyanyi dan komposer Lebanon kelahiran 7 Juni 1962, di Beirut, Lebanon. Alama telah berkarir lebih dari 25 tahun. Ia dianugerahi penghargaan Murex Dor sebagai penyanyi terbaik Arab dan dia memenangkan penghargaan platinum CD sebagai Artis Terbaik Timur Tengah dua kali: 1992 dan 2009. Ada Ilham Al Madfai, gitaris, penyanyi dan komposer dari Irak. Ia berhasil membuat paduan apik ramuan gitar Barat dengan musik tradisional Irak yang telah membuatnya menjadi artis populer yang dipuja di negara asalnya dan di seluruh Timur Tengah. Ada pula penyanyi Aljazair kelahiran Perancis, Warda Al-Jazairia, yang lahir bulan Juli 1939. Ia dikenal sebagai penyanyi yang berhasil membawakan lagu patriotik Aljazair.
Ada Abdullah Al Rowaishid, penyanyi yang lahir tahun 1961 di Kuwait. Pada tahun 1973, Rowaished mendirikan kelompok Al Roba’y dengan tiga teman. Kelompok ini sangat populer di antara Teluk Persia. Namun, kelompok ini bubar pada tahun 1979, sejak itu Rowaished difokuskan pada nya solo karir. Ada Mohammed El Helani yang lebih dikenal sebagai Assi El Helani, adalah penyanyi Lebanon yang lahir pada 28 November 1970, yang populer di dunia musik Timur Tengah sejak tahun 1990. Karir Assi dalam musik mulai tumbuh setelah ia memenangkan Art Studio TV Program bagi seniman muda di usia 17. Ada juga Mostafa Asala Nasri alias Asalah, seorang seniman musik dari Suriah, lahir 15 Mei 1969. Asalah memulai karir musiknya dari lagu anak-anak ketika dia berusia empat tahun. Abdel Hamid Ali Ahmed El Shari, yang dikenal sebagai El Hamid Shaeri, adalah musisi dan penyanyi Libya yang saat ini berada di Mesir. Ia lahir 29 Oktober, 1961. Ia adalah pendiri Musik Jeel.
Ada juga Mohammad Hisham Mahmoud Abbas Muhammad lahir pada tanggal 13 September 1963 di Kairo, Mesir. Dia dikenal dengan nama Hisyam Abbas. Dia adalah seorang penyanyi pop terkenal dengan lagu hitnya Nari Narain. Tak ketinggalan juga, ada George Wassouf, penyanyi dari Suriah. Dia lahir pada tanggal 23 Desember 1961 di Kafroun, Homs. Ia dikenal sebagai anak ajaib pada waktu kecilnya, untuk bakat artistik dalam menyanyi. Satu lagi nih, Nabeel Shueil, penyanyi Kuwait. Dia dilahirkan tanggal 1 Januari 1962. Nabeel Shueil (Nabil Shuail) di kenal sebagai penyanyi yang memiliki suara yang sangat unik dan gaya yang khas ketika menyanyi. Nah, bagi yang suka lagu-lagu mereka, silakan download album ini. Lho, size filenya masih gede-gede beginih hihi…afwan yah, lupa heuheu.
The Greatest Arabic Songs (2000):
01_Abdul_Majeed_Abdullah_-_Ya_Taib_El_Galb-csm
02_Nawal_Al_Zoghby_-_Mandam_Aleyk-csm
03_Kathem_El_Saher_-_Ha_Habibi-csm
04_Amr_Diab_-_Mahma_Kibirt_Sugheir-csm
05_George_Wassouf_-_Kalam_El_Nass-csm
06_Najwa_Karam_-_Khayarouni-csm
07_Nabeel_Shueil_-_Ma_Arwaak-csm
08_Ragheb_Allama_-_Alby_Eshekha-csm
09_Ilham_Al_Madfai_-_Khuttar-csm
10_Warda_-_Ergah_Lehayatak-csm
11_Abdullah_Al_Rowaishid_-_La_Telomona-csm
12_Assi_Al_Hillani_-_Malee_Saber-csm
13_Asalah_-_Law_Alf_Ahebbak-csm
14_Hamid_El_Shari_(with_Hisham_Abbass)_-_Ainy-csm
You are currently browsing the archives for the Uncategorized category.
Theme by OnlyBlogThemes. Sponsored by Tenerife Blog.