Search Results For "Ada Band"

Ada Band – Takkan Bisa

Ada Band – Takkan Bisa http://untuk-telinga.blogspot.com/2011/09/ada-band-takkan-bisa.html

Ada Band – Takkan Bisa

Ada Band – Album Empati

Ada Band – Album Empati http://untuk-telinga.blogspot.com/2011/09/ada-band-album-empati.html

Ada Band – Album Empati

Ada Band – Kurang Makan Kurang Tidur

Ada Band – Kurang Makan Kurang Tidur http://untuk-telinga.blogspot.com/2011/08/ada-band-kurang-makan-kurang-tidur.html

Ada Band – Kurang Makan Kurang Tidur

Piterband – Ada-ada Aja Denganmu

Piterband – Ada-ada Aja Denganmu http://untuk-telinga.blogspot.com/2011/04/piterband-ada-ada-aja-denganmu.html

Piterband – Ada-ada Aja Denganmu

Apa Kabar, Jatinangor?

Sudah lama tak jalan-jalan ke jatinangor. Dulu, semasa SMA, sepanjang jalan ini saya dan kawan-kawan menghabiskan masa remaja. Masa itu tak seramai sekarang. Kini, bangunan-bangunan baru nan kokoh bermunculan; rumah makan sudah hampir saya temui di setiap lima langkah berjalan; kos-kosan mahasiswa sudah tak lagi bisa dibangun menyamping, tetapi sudah bertingkat; warnet-warnet sudah banyak; roda-roda jajanan bertambah meriah; rental game, komputer, toko-toko dan bioskop–seakan semua yang dibutuhkan orang tersedia di sini.  Dari mulai Cileunyi sampai Cikuda, sudah jadi jejaring bisnis yang gempita. Sudah jarang saya menemukan rumah pribumi di garis depan jalan, semua hampir terisi padat oleh warga pendatang. Barangkali warga pribumi semuanya sudah pindah, toh rumah kawan-kawan saya semasa SMA pun sudah sedikit yang masih bertahan di sana. Bangunan-bangunan sudah dikontrakkan, di sulap jadi toko, rumah makan dan kos-kosan.

Terkadang saya menikmati suasana baru ini, tetapi seringkali merasa asing dan sepi. Dulu, tak sedikit orang yang kukenal sepanjang jalan ini, tetapi kini sudah mulai asing dengan warga pendatang, dari luar kota yang sengaja berdagang atau mahasiswa-mahasiswa dari luar pulau, bahkan banyak pula dari luar negeri yang setiapkali berbincang dengan kawannya selalu saja tak saya mengerti bahasanya. Berjalan memasuki gerbang kampus UNPAD pun kini mulai berbeda, jalan dan bangunan-bangunannya sudah lama dirombak dan direnovasi. Tak ada lagi tempat duduk di bawah pohon rimbun, favorit saya dan kawan-kawan di jalan menuju kampus. Dulu, di sana ada pedagang yang akrab dengan kami, penjual gorengan yang senang ketawa dan punya banyak cerita lucu. Kini ia entah pindah ke mana. Tak ada lagi bangku tua di lajur kanan tempat dulu saya duduk makan berdua dengan sang pacar hehehe. Tak ada lagi pohon yang melengkung tempat dulu kami berkumpul bermain musik dan berbincang-bincang sepulang sekolah. Tak ada lagi sawah dan kolam ikan di belakang gardu polisi tempat kami bermain kartu dan melahap nasi liwet.

Kini memang sudah berubah, lebih mewah. Tetapi sekarang di siang hari malah tambah gerah, tak seperti dulu. Tentu saja, hanya tempat dan suasana yang lebih dekat dengan kampus saja yang lebih banyak berubah. Atau sejak ada pusat belanja dan gedung bioskop, keramaian di daerah sana mulai menggeliat. Orang-orang mulai membangun gairah berbisnis. Tanah dan bangunan mulai dijual jauh lebih mahal dibanding tahun-tahun yang lalu. Jelang sore, keramaian dan hilir mudik kendaraan mulai bertambah bising. Musik-musik dari toko dan kafe riuh bersahutan, suara klakson, pijar lampu yang benderang meningkahi papan-papan iklan raksasa nan canggih, gemerlap memutar slide impian. Jauh dari sana, di punggung keramaian ini, warga pribumi saya temukan membangun rumah-rumahnya di tempat yang sepi, di kebun-kebun, bahkan nun jauh di kaki gunung. Melewati kampus IKOPIN dan jalan hotel menuju CIleunyi, bangunan-bangunan memang tak banyak berubah. Saya ingat, dulu sering mampir di Cibeusi, ada kawan yang punya rumah di dekat Pondok Pesantren Al-Aqsha.

Kini ia sudah tak lagi di sana. Tetapi kini Pondok Pesantren Al-Aqsha pun sudah banyak berubah, makin berkembang pesat. Ponpes ini sekarang sudah menjadi Pondok Moodern di Jatinangor, bahkan sudah ada sekolah umumnya. Santrinya sudah ratusan. Saya sebentar mampir ke sana, sunyi dan teduh. Saya bincang-bincang dengan seseorang tentang perkembangan Ponpes. Kini Al-Aqsha sudah mendapat kemajuan dalam segala bidang, dari mulai fasilitas, santri sampai sistem pembelajaran. Wah, kini pula sudah ada laboratorium komputer, perpustakaan yang mulai tambah besar dan fasilitas-fasilitas pembelajaran yang modern.  Hm, tak heran jika Ponpes ini sudah banyak diminati, bahkan dipadati oleh santri-santri dari berbagai kota di Indonesia. Sungguh prestasi dan kemajuan yang cepat dan fantastis sejak berdirinya di tahun 1993. Dari dulu, Ponpes ini yang paling saya sukai di kota Sumedang, barangkali—disamping kualitas pembelajarannya yang baik—karena dulu saya sempat mengagumi santri putri yang menetap di sana hahaha.

Saya merasa kagum, di tengah-tengah lingkungan Jatinangor yang tambah mewah, glamour dan seksi ini masih bertahan Ponpes Modern yang bernapas tambah kuat dan maju. Mudah-mudahan ini menjadi oase yang bisa menyelamatkan umat dari dahaga zaman yang makin aneh. Hm, Al-Aqsha mengingatkan saya pada Drs. KH Mukhlis Aliyudin, M. Ag., dosen saya, pimpinan Ponpes; ingat beliau jadi ingat lagi kuliah yang belum kelar-kelar hahaha… Saya senang berlama-lama berbincang di lingkungan Al-Aqsha, tetapi saya harus kembali ke kampus UNPAD, ada kawan yang ingin bertemu. Berjalan dari Ponpes menuju pusat keramaian di Jatinangor seperti berjalan dari shubuh menuju siang, dari sunyi menuju riuh bunyi. Saya ingin menemukan kembali kawan-kawan saya di Jatinangor, menyusuri kenangan dan masa lalu. Lampu-lampu jelang malam mulai gemerlap berwarna-warni, mengeluarkan aroma angin. Musik mulai terdengar lagi. Saya menyusuri lebih jauh rumah-rumah di pinggiran. Bertemulah saya dengan seorang kawan. Ia mengajak saya menemui yang lainnya. Mereka masih ada. Ada yang di warnet, di toko buku, jualan jus, di rental DVD, di toko-toko makanan. Senang saya melihatnya, cakap-cakap, seronoknya hehehe…

Tapi toh mereka, warga pribumi Jatinangor, saya rasakan seakan sebagian sudah terhimpit di tanahnya sendiri. Sebagian besar dari mereka bersimpuh di teras bisnis para pendatang, selebihnya pulang ke rumah-rumah yang sunyi jauh di belakang keriuhan, membangun rumah-rumah yang berdiri tak semewah kosan dan toko-toko, rumah pribadi yang akan sampai setelah melewati ilalang dan jalan bersampah, atau terhimpit di keramaian kamar-kamar mahasiswa, atau entah di mana, masih lembap dan samar, seperti halnya seorang ayah dan anak pribumi miskin yang di siang hari mengais sampah di TPS yang bertumpuk bekas-bekas barang dan bungkus makanan mahal, entah bekas siapa, barangkali bekas para pemilik modal, atau bekas seorang turis yang kebingungan mencari tempat sampah di Indonesia. Lalu malam larut, saya menyusuri pertokoan dan roda-roda dagangan yang masih saja memproduksi makanan selarut ini.  Gerimis pun turun, perempuan-perempuan cantik nan seksi menjerit berlari manja di bawah garis-garis hujan, air selokan menumbuhkan aroma pasir dan plastik, menghanyutkan semua kenangan…

mifka weblog

Ada Band – Biar Mampus Saja

Ada Band – Biar Mampus Saja

Ada Band – Cinta Masih Bisa Tersenyum

Ada Band – Cinta Masih Bisa Tersenyum

Ada Band – Misteri

Ada Band – Misteri

Belajar Biola: Mengenal Alat Musik Biola

Salah satu alat musik yang saya kagumi adalah Biola. Biola adalah alat musik yang dimainkan dengan cara digesek. Orang yang memainkan biola disebut pemain biola (pebiola), atau violinis (violinist), tentu saja berbeda dengan violis atau pemain viola. Setiapkali saya mendengar suara biola yang dimainkan dengan tempo relatif lambat, sungguh menyayat hati–suara biola memang unik! Saya kagum sama Idris Sardi, Yehudi Menuhin, Itzhak Perlman, Vanessa Mae, Bond dan pemain biola lainnya. Tapi saya masih jadi penikmat; seumur hidup saya belum pernah punya biola. Dulu memang sempat beberapa bulan di rumah saya ada biola temen, tapi tak tahu cara memainkannya, asal gesek aja, hasilnya: tak enak di dengar hi3.  Saya sempat punya keinginan untuk beli, tapi mahal euy, katanya harga mulai dari 400 ribu sampai jutaan tergantung bahan dan merk. Makin mahal, kualitasnya makin bagus. Kalau yang ingin belajar kan bisa beli yang paling murah. Kayaknya ada yang 200 ribu juga he. Ya, saking kagumnya sama biola, saya jadi terobsesi untuk belajar. Ya, belajar otodidak dikit-dikit dari berbagai sumber, dari mulai buku sampai internet, biar lebih akrab. Tentu saja, jika hasilnya ingin maksimal, perlu bimbingan yang intens dan serius.

Saya kenali dan pelajari biola dari berbagai sumber. Saya pergi ke toko alat musik, melihat-lihat ragam biola, ada yang ukuran besar, ada yang bukuran lebih kecil buat anak-anak. Kalau mau membeli biola untuk anak, tentu harus mengajak anaknya, karena untuk menentukan ukuran biola yang cocok digunakan oleh seorang anak, biasanya sang anak disuruh memegang sebuah biola dan tangannya harus sampai menjangkau hingga ke gulungan kepala biola. Lebih kecil, lebih baik, agar anak lebih leluasa memegangnya.

Saya memang pernah satu jam lebih diajarkan ara memegang dan memainkan biola. Hm, saya memang harus membiasakan tangan kiri lebih rileks menekan senar, seperti menekan senar gitar saja he3, dan tangan kanan yang lembut memegang busur. Untuk orang yang bingung seperti saya,  penanda di papan jari untuk menandai posisi jari tangan kiri memang sangat diperlukan. Atau ada beberapa alat atau pemaiakan tipe-ex yang bisa membantu bagi para pemula untuk mengatur dan memainkan posisi jari. Jika sudah terbiasa dan terlatih, seorang pemain biola akan terbiasa tidak membutuhkan alat bantu dan penanda-penanda yang lain.

Tak kenal, maka tak sayang. Makin sayang, tambah ingin mengenalnya he3. Dari beberapa sumber saya kenali nama-nama dari tiap sudut tubuh biola. Ya, katanya, mengetahui nama bagian-bagian biola sangat dianjurkan untuk memperlancar proses belajar dan latihan.


Kepala Biola, bagian paling atas dari biola. Bentuknya terkesan menggulung dan terukir rapi. Gunanya untuk memperkuat finger board dan sebagai tumpuan leher pasak. Kotak Pasak, berfungsi sebagai tempat 6 lubang pasak.Pasak, Untuk menggulung dan mengulur senar.Baut, berfungsi untuk mengaitkan senar. Leher Biola, biasanya terbuat dari kayu mapel. Pada leher biola terdapat: Papan Jari (Finger Board), dibuat dari kayu eboni. Kayu eboni dipilih karena sifatnya yang tahan lama, keras dan menawan. Badan Biola (Purfling), terdiri dari dua papan suara yang melengkung yang disatukan oleh kayu yang disebut iga biola yang dilem menggunakan lem binatang, embuh apa jenenge. Dipandang dari depan maupun belakang, badan biola menyerupai bentuk jam pasir.Lekukan C, berguna memberi ruang pada Bow saat kita bermain agar dapat bebas dan gerakan tidak terbatas. Lubang F, disebut demikian karena bentuknya menyerupai huruh f. Lubang suara ini digunakan sebagai lubang pertukaran udara dalam badan biola saat berasonansi dengan udara sekitar, dan mempengaruhi kelenturan suara biola.

Jembatan Biola, jembatan biola dari kayu mapel. Berguna untuk menahan senar pada ketinggian tertentu dari finger board dalam bentuk melengkung agar senar dapat digesek sendiri-sendiri. Jembatan biola juga berguna untuk menghantarkan getasar suara ke badan biola agar dapat beresonansi. Ekor Biola, berguna untuk mengaitkan ujung bawah senar yang dimasukkan kedalam masing-masing dari empat lubang. Di ekor biola terdapat Penyetem tambahan, digunakan untuk menyetem senar jika kekurangtepatan nada hanya sedikit. Biasanya hanya dipasang 2 penyetem saja. Tetapi jika ingin ditambah menjadi empat, tidak masalah asal tidak mengganggu. Penyangga Dagu, letaknya bisa tersambung dengan ekor dan bisa terpisah di sebelah kiri. Berguna sebagau tempat tumpuan dagu saat bermain biola. Pin dan Tali, berguna menahan ekor biola.


Tentu saja, sampai mengenali lebih jauh tentang senar biola. Senar yang awalnya dibuat dari usus domba itu dalam perkembangannya bisa dicampuri logam, hingga senar lebih kuat dan bisa menghasilkan volume yang lebih tajam jika diatur pada tekanan yang lebih besar. Katanya, senar usus memiliki bunyi yang unik dibanding senar sintetis. Kemudian untuk senar lainnya, bisa terbuat dari baja padat, atau bisa dicampuri alumunium, lapisan emas atau baja pencegah karat. Tentu saja, senar yang terbaik memiliki kualitas yang bisa bertahan dari kerusakan-kerusakan yang muncul disebabkan banyak hal. Jadi, semakin mahal, semakin dijamin kualitasnya, duh he3. Biola terdiri dari empat buah senar. Senar paling rendah adalah G, kemudian yang lebih tinggi adalah senar D, selanjutnya A dan yang tertinggi E. Senar berfungsi untuk menghasilkan getaran suara pada biola. Senar biola berbeda dengan senar gitar. Senar khusus biola, mempunyai ukiran berbentuk kotak-kotak yang sangat kecil tapi lembut. Corak atau ukiran itu tidak begitu terlihat dan berguna supaya tangan pemain biola tidak tersayat pada saat bermain. Saya juga pas pertama pegang, sempat ragu untuk memainkan semarang jari di atasnya, takut jika tiba-tiba tangan saya tersayat. Tapi ternyata jauh dari apa yang saya takutkan. Apalagi jika sudah terbiasa, akan lebih lembut dan halus.

Kulitas yang baik juga harus dimiliki oleh busur biola. Busur yang baik memiliki batang kayu pernambuco dan helai-helai rambut kuda yang kuat dan bagus. Hm, si rambut kuda putih jantan yang merentang kencang putih keemasan dari satu ujung ke ujung lainnya, dan bisa mengendur dengan menggunakan pengaturan sekrup yang berada si bawahnya. Busur-busur yang lebih murah menggunakan serat sintetis, serat  gelas, dengan batang kayu brasil. Tapi apalah gunanya kualitas biola yang bagus dengan harga berjuta jika pemiliknya tak sedikitpun bisa memainkannya. Jadi, jika sobat suka biola, mulailah lebih akrab mengenalinnya dan mempelajarinya, dari mulai sedikit demi sedikit belajar otodidak dari pelbagai sumber, sampai mengikuti kursus intens yang lebih serius dan fokus.  Selamat mencoba :)

mifka weblog

Download MP3: The Panas Dalam (Band Aneh, Lagu2 Aneh)

The Panas Dalam, band aneh dari Bandung, lagu-lagunya sangat menjengkelkan, tapi saya memutarnya hampir setiap hari, di bis, di kamar, atau lagi tiduran di mesjid–saya ulang-ulang hampir semua lagunya, masih tetap aneh, kenapa saya ketawa-ketawa, padahal ngantuk berat. Saya upload lagu-lagunya, biar kapan-kapan dimanapun bisa saya saya download, agar persoalan ini. Ada saatnya imajinasi menemukan pernyataan-pernyataan yang jarang dipikirkan, dan pikiran-pikiran yang susah dinyatakan. Barangkali disebabkan musik, atau jiwa yang bebas. Kurang ajar, atau mungkin semestinya jujur. Atau karena hidup di zaman ini mesti disikapi dengan pikiran-pikiran aneh, “kurang ajar”, bruk-brak, lelucon, humoris, tapi tetap kritis.  Suara itu, lamat, seperti dari hati, semaam idealisme yang aneh, putus asa yang aneh, harapan, marah, pengalaman yang aneh, absurd. Tapi toh seringkali kebenaran ditemukan dalam tumpukan tawa dan canda.

Selalu, hanya kelompok kecil saja yang mau manjadi “martir” untuk hidup yang banal ini,  berdebat dengan banyak cara, alat, medium…hanya sekedar ingin menanam dalih dalam pedih. Orang-orang absurd, hidup absurd, memakai kesenian untuk meruncingkan senyum yang sinis bagi gempita keseharian, filsafat, gaya hidup, budaya dan sistem yang ironis, yang terkadang bengis. Saya dengar ada Erwin, Nawa Pandal, Cahya, Roy, Pidi Baiq,  siapapun, yang bergeletakan jadi wirid yang liat sebagai Argumentum in Absurdum–terlepas pergantian personil, masa bodo, tak sedikipun saya peduli, toh yang penting karya-karyanya yang lahir, yang bisa kita dengar, sampai  untuk anak cucu kita.

Ternyata hidup di dunia ini untuk bersenang-senang, ya daripada mati bunuh diri. Tertawa-tawa, daripada terbawa-bawa kecewa tanpa tawa. Jarang benar orang bisa berpikir di saat ia tertawa. Ko renungan, hikmah, kebenaran dsb. selalu saja identik dengan buku tebal nan serius? Sistem logika yang rapi dan rumit? Sebenarnya sungguh lucu hidup ini, pikiran ini, hanya saja kita 24 jam terlalu serius mengisi “teka-teki silang” hidup ini. Jadi ingat ungkap Milan Kundera, saat manusia berpikir, Tuhan tertawa, tapi toh tawa adalah salah satu bentuk  “pikiran yang bebas”, bahwa humor selalu hadir dalam proses yang tak pernah usai, seperti juga musik yang diterima oleh manusia dalam liku wajah sejarah yang berubah-ubah, warna budaya berbeda-beda.   Para pejabat boleh bersenang-senang denga politik, rakyat pun bisa bersenang-senang dengan musik.

Betapa selama ini keseharian kita masih berputar dalam jalur yang kaku, tanpa tawa, tak pandai menertawakan diri sendiri. Lantas dengan apa segalanya bisa kita sampaikan, jika jiwa dan pikiran masih terbelenggu kaidah-kaidah, sopan santun aspirasi, feodalisme komunikasi dan bisikan eufimisme? Kita butuh seni yang bisa membebaskan gagasan dan imajinasi yang gila sekalipun, semacam medium katarsis yang pada gilirannya akan membuat kita bisa menerima banyak kenikmatan dan kesenangan dalam menghayati hidup. Inovasi, kreativitas bahkan kebenaran yang segar ternyata bisa kita temukan jika diri kita dalam keadaan gila, bebas, tertawa, ektase….meureun. Ah, ko dibikin rumit, yang penting raga sehat, jiwa kiat, hati dan pikiran senang :D

Haon cenah, jadi pabaliut kieu pira oge rek posting. Hoam, tunduh euy. Teu tiasa bobo semalaman. Poe naon ayeuna nya. Teuing atuh ah, pokona mah hidup persib, ………………………………kalahka ngacapruk whahahahahahahahahahahahaaaa…..kwakak! zzzz…zzzz…

The Panas Dalam:


http://www.4shared.com/audio/KyozQRJ2/The_Panas_Dalam_-_Aku_Cemburu.html

http://www.4shared.com/audio/1TuNmnhp/The_Panas_Dalam_-_Anaconda.html

http://www.4shared.com/audio/OYANVo3N/The_Panas_Dalam_-_Ayo_Kita_Kem.html

http://www.4shared.com/audio/Q7NWEHPt/The_Panas_Dalam_-_Bakpau.html

http://www.4shared.com/audio/M5mHbQvC/The_Panas_Dalam_-_Belajar_Berh.html

http://www.4shared.com/audio/joXCoMKF/The_Panas_dalam_-_Bencong_Sapo.html

http://www.4shared.com/audio/Qc6S-KOl/The_Panas_Dalam_-_Bf.html

http://www.4shared.com/audio/0xhuXBs4/The_Panas_Dalam_-_Budak_Baheul.html

http://www.4shared.com/audio/xrYr23H5/The_Panas_Dalam_-_Burungku.html

http://www.4shared.com/audio/cMOpBrXs/The_Panas_Dalam_-_Chicha_In_No.html

http://www.4shared.com/audio/n6njWQpO/The_Panas_Dalam_-_Chrisye_IM_L.html

http://www.4shared.com/audio/_7k225Qz/The_Panas_Dalam_-_Cita_-_citak.html

http://www.4shared.com/audio/rmDDjTuo/The_Panas_Dalam_-_Ee.html

http://www.4shared.com/audio/l4JsXcsO/The_Panas_Dalam_-_Ganesa.html

http://www.4shared.com/audio/sphoy7aY/The_Panas_Dalam_-_Gundah_Gulan.html

http://www.4shared.com/audio/NU0YKgkL/The_Panas_Dalam_-_Hai_Guru_Aku.html

http://www.4shared.com/audio/3W5iMNV1/The_Panas_Dalam_-_I_Was_Sorrow.html

http://www.4shared.com/audio/nAQ3UtR3/The_Panas_Dalam_-_Inipun_Kasih.html

http://www.4shared.com/audio/us-kLeqf/The_Panas_Dalam_-_INTRO.html

http://www.4shared.com/audio/m3Phtt_W/The_Panas_Dalam_-_Introspeksi_.html

http://www.4shared.com/audio/z3htPksM/The_Panas_Dalam_-_Jampi_Maling.html

http://www.4shared.com/audio/zPukK9pv/The_Panas_Dalam_-_Jane.html

http://www.4shared.com/audio/hwd-C0md/The_Panas_Dalam_-_Jatinangor_H.html

http://www.4shared.com/audio/y3ghVe_h/The_Panas_Dalam_-_Jatuh_Cinta.html

http://www.4shared.com/audio/mQ9CFG0d/The_Panas_Dalam_-_Kelamin_Uber.html

http://www.4shared.com/audio/HLnE50uk/The_Panas_Dalam_-_Koboy_Kampus.html

http://www.4shared.com/audio/Ha1zXYtO/The_Panas_Dalam_-_Lagu_Berpisa.html

http://www.4shared.com/audio/EdxbqRnW/The_Panas_Dalam_-_Lagu_Timur.html

http://www.4shared.com/audio/NekAz0tc/The_Panas_Dalam_-_Lala_Dimana_.html

http://www.4shared.com/audio/73onDKqd/The_Panas_Dalam_-_Maklum_Poek_.html

http://www.4shared.com/audio/_GEf2OUj/The_Panas_Dalam_-_Malin_Kundan.html

http://www.4shared.com/audio/hbD84Bm6/The_Panas_Dalam_-_Menahemana.html

http://www.4shared.com/audio/BG2okcHE/The_Panas_Dalam_-_Menyesal.html

http://www.4shared.com/audio/TKzIO2fM/The_Panas_Dalam_-_Metamorfosa_.html

http://www.4shared.com/audio/M-J8ozSp/The_Panas_Dalam_-_Mira_Ini_Erw.html

http://www.4shared.com/audio/RT7Ab_tS/The_Panas_Dalam_-_Nia.html

http://www.4shared.com/audio/pta8aqm8/The_Panas_Dalam_-_Nyanyian_Kam.html

http://www.4shared.com/audio/MvnTeJiT/The_Panas_Dalam_-_Oh_Kulkas.html

http://www.4shared.com/audio/2jZOHCxe/The_Panas_Dalam_-_Phedopilia.html

http://www.4shared.com/audio/y18t7oYQ/The_Panas_Dalam_-_Preman.html

http://www.4shared.com/audio/gaUF9kvR/The_Panas_Dalam_-_Resiko.html

http://www.4shared.com/audio/VS1l0maj/The_Panas_Dalam_-_Rierin.html

http://www.4shared.com/audio/1U2X3S5j/The_Panas_Dalam_-_Rintihan_Kun.html

http://www.4shared.com/audio/ADjuurcr/The_Panas_Dalam_-_Rintihan_Kun.html

http://www.4shared.com/audio/IamO1rxz/The_Panas_Dalam_-_Rintihan_Kun.html

http://www.4shared.com/audio/71PMp52p/The_Panas_Dalam_-_Roim.html

http://www.4shared.com/audio/s3FtpgYF/The_Panas_Dalam_-_Samson.html

http://www.4shared.com/audio/AwKoW6aO/The_Panas_Dalam_-_Tasya_In_Dis.html

http://www.4shared.com/audio/VEN2l66E/The_Panas_Dalam_-_Ular_Atau_Ka.html

http://www.4shared.com/audio/F-t9MLSv/The_Panas_Dalam_-_URANG_MAH_BA.html

http://www.4shared.com/audio/LWWVJm5e/The_Panas_Dalam-_Sisi_Sunyi_Nu.html

mifka weblog

Ada Band 4shared Com Download Free 1

ADA BAND - free download - 1,585 new files with ADA BAND found at 4shared. Start downloading ADA BAND now for free. Online file sharing and storage - 10 GB free web from Ada Band 4shared Com Download Free 1

Ada Band News Music Videos Pictures And Albums Aol Music

An Indonesian pop/rock band, the Ada Band formed in 1996. Within a year, the group released its first album, Seharunsnya, which from Ada Band News Music Videos Pictures And Albums Aol Music

Ada Band – Free Listening Videos Concerts Stats Amp; Pictures

Watch videos & listen to ADA Band: Setengah Hati, Manusia Bodoh & more, plus 5 pictures. ADA Band is an award-winning pop/pop rock band from Indonesia. Formed in from Ada Band – Free Listening Videos Concerts Stats Amp; Pictures
  • Recent Search

  • Recent Posts

  • Categories

  • Partners

      You have searched the Download MP3 Gratis weblog archives for 'ada+band'. If you are unable to find anything in these search results, you can try one of these links.

      Web Stats



    • Theme by OnlyBlogThemes. Sponsored by Tenerife Blog.