Search Results For "Kesulitan"

Di Balik Kesulitan Itu Ada Kemudahan

Angkot yang saya tumpangi berjalan lambat. Antrian kendaraan terjebak macet. Panas matahari jelang sore menembus kaca jendela mobil, merasuki pori-pori tubuh saya. Ah, cuaca yang gerah, keringat membuat tubuh saya mulai bertambah basah. Di saat-saat yang menguji kesabaran seperti itu enaknya melamun, atau menulis sesuatu. Hm, antrian macet yang panjang. Saat itu juga saya berpikir bahwa kehidupan seperti perjalanan yang panjang. Setiap diri menerima peristiwa dan masalah, hidup yang “macet”. Tak sedikit orang menganggap masalah yang ia hadapi sebagai sebuah kesulitan yang buruk. Jarang sekali saya menyadari, ternyata kesulitan itu muncul dari persepsi saya terhadap peristiwa dan masalah, bukan muncul dari masalah itu sendiri. Saya jadi ingat kutipan kitab suci, bahwa sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya di balik kesulitan itu ada kemudahan.  Hm, arti kemudahan di sini bisa bermakna banyak, termasuk bisa dipahami sebagai potensi kita untuk menyederhanakan pikiran dan emosi kita dalam “mekanisme” yang lebih jernih, lembut, luas, tenang, sistematis, prosedural–semacam pribadi positif yang demikian “nikmat” mengerjakan apa yang kita anggap masalah.

Ya, bukankah yang kita perlukan dalam menghadapi masalah bukan hanya solusi, tetapi juga proses “kemudahan”, yang tenang, mengalir tenang, agar benar-benar menghasilkan solusi. Jika kita “tak siap”, hasilnya bisa dipastikan akan terasa sulit. Ah, jangan-jangan kesulitan itu muncul karena kita malas, takut, berprasangka buruk, emosional, tak mau belajar, mudah menyerah dan sebagainya dan sebagainya. Ya, barangkali benar, kesulitan itu lebih banyak diiptakan oleh pikiran dan emosi kita, bukanlah musuh nyata di luar diri kita.Sungguh, dalam hidup ini kita seringkali menyalakan pikiran dan emosi yang buruk, hingga melahirkan kesulitan terburuk pula terhadap banyak situasi. Nah, seperti di jalan macet ini, setiap pengemudi berbeda-beda ketika memberi persepsi terhadap kemacetan yang sama. Hm. pengemudi mobil yang saya tumpangi termasuk kelompok pemarah. Yaah, apa enaknya marah-marah, malah memperburuk situasi, penumpang jadi ikut tak enak; toh dengan kemarahan sebesar apapun, tetap saja masih terjebak macet hehe…Hm, saya jadi ingat, seseorang pernah berkata bahwa masalah–yang kemudian dianggap kesulitan–lahir dari benturan “apa yang kita inginkan” dan “apa yang terjadi”.

Saya pikir, dalam kasus-kasus tertentu, jika benturan itu terjadi, yang lebih bijak kita lakukan adalah “menafsir ulang” keinginan dan pemikiran sesuai kapasitas-diri dan kenyataan, agar tak muncul masalah, keputusasaan, bunuh diri, kemustahilan dan lain-lain. Ada ontoh aneh dan geli, kemarin adik teman saya yang masih SMA punya keinginan untuk memperistri akrtis terkenal bernama Revalina S Temat, dan ia merasa kesulitan. Hm, saya sering agak kesulitan membedakan serius tidaknya kaum remaja kalau ngomongin asmara haha…(saya juga agak bingung, Revalina teh yang mana orangnya). Setengah bergurau, saya tanyakan padanya apa yang membuat akrtis itu menarik baginya. Ia bilang, seperti Vicky Zhou, Revalina S Temat itu cantik, kayaknya baik dan…imut. Saya bilang padanya di desa saya banyak yang cantik, baik dan imut seperti dia, bahkan lebih. Saya jawab seperti itu hanya ingin mengatakan bahwa ia harus realistis, dan setiap orang punya kemampuan untuk meminimalisir “benturan” hehe. Nah, jadi kualitas kecantikan dan keindahan itu tidak hanya dimonopoli Vicky Zhou dan Revalina S. apa…Temat. Ribuan perempuan punya kualitas seperti itu (saya lalu menyarankan untuk mendekati anak pak RW di desa saya). Kemudian  ia beralasan lagi bahwa wanita pujaannya itu aktris dan kaya. Saya geleng-geleng kepala. Saya suruh saja dia merenungkan apa enak dan tidak enaknya punya istri seorang aktris. Saya hanya ingin mengatakan padanya bahwa “memilih” itu harus diprioritaskan pada hal-hal yang “substansial”. Dia masih bingung, sebelum akhirnya saya katakan tentang perbedaan kebutuhan dan kepentingan, tentang kebutuhan primer, sekunder dan tetek-bengek yang lainnya hehe…istilah-istilah itu mengingatkan saya pada pelajaran di bangku sekolah.

Dia bilang pula bahwa istri yang kaya raya itu pilihan yang “substansial”. Hm, substansial, tetapi dalam hal ini juga–selain keinginan–kita pun bisa melakukan proses “menafsir ulang”  kata kaya, seperti juga kata cantik. Bukankah arti “kaya” itu relatif, tak dibatasi pada jumlah-nominal-tertentu, atau tak berbatas? Banyak lho orang yang merasa kaya karena hidup dalam kesederhanaan harta; ada juga yang bahagia dengan “hati-yang-kaya”. Ternyata, “jalan pikiran” seperti itu bisa membuat mereka bahagia dalam hidup, dan saya setuju paradigma yang sederhana itu lebih esensial daripada menderita disebabkan obsesi pada hal-hal yang mahal dan bendawi. Hm, memang, dalam kesulitan itu banyak hal yang bisa dengan tiba-tiba mungkin, seperti mendadak pacaran dengan aktris, tapi pikiran ke sana sama halnya berpikir untuk mengambil jalur yang berbahaya dalam kemacetan hahaha…Jadi  jangan sampai kelemahan kita menumbuh-kembangkan masalah menjadi kesulitan; jangan sampai memahami kesulitan sebagai indikator kegagalan; dan jangan sampai memahami kegagalan sebagai kondisi yang penuh penderitaan. Dia tercenung, tampak agak bingung, diam-diam saya juga merasa bingung dengan apa yang saya ucapkan saat itu hehehe…

Saya jadi ingin tertawa kalau ingat perbincangan kecil dengan adik kawanku itu. Anaknya masih muda, darahnya bergejolak, obsesinya menggebu-gebu–potensi kaum muda yang akan lebih positif jika disalurkan pada hal-hal yang baik, prospektif dan bidang-bidang yang bisa membuatnya berprestasi, bukan potensi yang dikuras energinya pada obsesi memperistri akris hehe…Hm, angkot masih berjalan pelan. Licin kupegang pena, keringat tumbuh subur di telapak tangan saya. Panas masih merasuki hari. Ah, macet di mana-mana memang jadi masalah. Dari tadi saya sudah mencoba tenang dan bersabar menunggu tetap diam di dalam angkot, sekarang tiba giliran untuk melakukan tahap kedua: turun dari angkot. Ya, apa salahnya jalan kaki, mampir sana mampir sini, beli jus, daripada merasa kesulitan dan marah-marah di dalam angkot hehe..Sepanjang jalan, saya melangkah menuruni senja yang mulai matang. Antrian mobil  masih panjang dalam kemacetan. Dugaan saya benar, ternyata tak semua pengemudi marah-marah. Lihat! ada juga yang asyik memutar musik, bernyanti-nyanyi, dan para penumpangnya terlihat ikut menikmati suasana menyenangkan itu. Menyaksikan itu saya jadi senyum-senyum; ya benar, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya di balik kesulitan itu ada kemudahan; seperti halnya hidup, dalam kemacetan itu ada “senyum yang indah, tangan yang tegap memegang setir dan kaki yang tak lelah melangkah…” []

mifka weblog

Saya Harus Berhenti Merokok!

Saya ingin berhenti merokok, setelah bertahun-tahun, karena hanya memberikan kenikmatan sesaat, dan tentu saja kerugian yang besar pada diri saya, juga orang-orang yang dekat dengan saya. Sudah cukup lama pula saya punya niat berhenti, tetapi susah, seperti tengah berperang dengan hawa nafsu saja. Hm, selalu saja merasa susah, betapa cengeng pikiran saya. Sudah saya coba banyak upaya, menjalani tips, dari mulai mengunyah permen karet sampai menenggelamkan diri pada pekerjaan yang tak memungkinkan saya bisa meroko, masih saja belum berhasil. Ah, entah sudah berapa juta batang yang sudah saya hisap selama merokok, entah berapa juta uang yang sudah saya habiskan untuk membeli rokok. Saya tidak tahu, yang saya tahu bahwa saya sangat kesulitan untuk menolak diperbudak sebatang rokok.

Sudah saya lewati pengalaman yang panjang untuk berhenti merokok. Telah saya hayati setiap motivasi. Saya baca puluhan artikel tentang kerugian merokok, masih saja godaan merokok merayu saya. Sudah saya coba pula untuk tidak bergaul dengan para perokok, tetapi hanya akan mengurangi jumlah teman saja. Saya buang semua hal yang mengingatkan saya pada rokok. Namun, ketergantungan saya menabung racun tar-nikotin dalam saraf tubuh saya masih cukup tinggi, setinggi penerimaan negara dari cukai dan pajak rokok. Ah, menghentikan kebiasaan merokok butuh perjuangan yang berat dan kesabaran yang tinggi.

Saya sudah meminta banyak orang untuk membantu saya berhenti merokok. Tetapi tak banyak membantu jika tak ada niat dan komitmen dari dalam diri. Kesadaran untuk berhenti merokok dan memahami kerugian pada kesehatan diri dan orang lain sudah cukup untuk memulai hari-hari tanpa rokok. Kenikmatan sesaat saya sudah mengorbankan bertahun-tahun kesehatan saya. Saya juga sering dihantui sesal ketika ingat bahwa saya sudah bertahun-tahun menyumbangkan banyak asap racun pada anak-anak dan ibu hamil yang tak sengaja menghisap asap rokok saya. Ah, anak-anak, cukup lama saya memberi contoh yang tidak baik di hadapan mereka.

Saya menyesal dulu pernah coba-coba merokok, sampai akhirnya kecanduan, selama bertahun-tahun tak sadar teraniaya dan menganiaya. Hm, memang benar, cara paling efektif untuk tidak merokok adalah tidak pernah sekalipun mencoba sebatang rokok seumur hidup. Tentu saja, bagi yang belum pernah merokok, don’t try, rokok menyuntikkan candu seperti narkoba, sekali mencoba, sudah itu menderita. Bagi yang terlanjur kecanduan dan punya niat ingin berhenti, don’t cry, tak ada yang tak mungkin untuk keinginan hati yang kuat. Ya, seperti hari ini, masih saya nikmati saat-saat saya belajar berhenti merokok. Satu jam saja dapat menahan rokok, saya merasa sudah memenangkan 60 menit pertarungan melawan hawa nafsu. Saya ingin berhenti merokok. Saya harus berhenti merokok. Doakan aku yaaa… (benteng takeshi mode on) :)

mifka weblog

Sekedar Tips Melawan “Hantu” Insomnia

Sebagian dari kita pasti ada yang hobi begadang, nonton bola, atau senyum-senyum sepanjang malam, dan lain sebagainya. Tapi sebagian yang lain, termasuk saya, merasa jengkel kalau sudah sulit tidur, ah padahal tak ada kegiatan. Hm, ini bisa jadi ulah insomnia. Insomnia adalah “hantu tengah malam” yang merebut waktu tidur kita. Ia dapat menyerang semua golongan usia. Ia membuat kita mengalami kesulitan untuk tidur atau tidak dapat tidur dengan nyenyak. Ada juga yang mengatakan tipe insomnia seperti sering bangun tengah malam atau bangun terlalu dini. Meskipun banyak orang yang terbiasa bangun lewat tengah malam untuk melaksanakan sholat malam, misalnya. Tidak masalah, kecuali bila sudah sangat menganggu, sangat kronis. Lalu apa penyebabnya?

Makan malam terlambat bisa menganggu proses masuk tidur, terutama bila dalam porsi besar. Apalagi jika mengkonsumsi protein yang berlebihan. Maka makanlah minimal 2 jam sebelum tidur dengan porsi sedang. Nah, diet super-ketat juga dapat menyebabkan sering bangun tengah malam karena rasa lapar akibat turunnya kadar gula, kekurangan vitamin, mineral dan zat gizi lain. Maka jika ingin berdiet, konsultasilah ke ahlinya. Insomnia juga bisa disebabkan alergi terhadap makanan. Jika insomnia dicurigai karena satu jeni makanan, hentikanlah mengkonsumsinya beberapa minggu lamanya, kalau bisa seumur hidup. Nah, kebiasaan mengkonsumi teh, kopi. rokok bahkan alkohol sebelum tidur, bisa juga menjadi penyebabnya. Yang justru dianjurkan adalah segelas susu hangat.

Saya seringkali sering bangun malam karena rasa lapar yang membakar. Saya tahu hal itu disebabkan karena gangguan kesehatan, biasanya gangguan saluran pencernaan, umumnya lambung. Seharusnya sih saya segera pergi ke dokter, minta diperiksa. Tapi saya sering membiasakan diri minum segelas air putih jika lapar mendera, hal itu jadi solusi yang mudah. Tapi, tentu saja, jangan terlalu banyak minum air putih, bisa sibuk dong kita mondar-mandir ke toilet. Penyebab lain, kita super sibuk, sehingga kita makan asal-asalan, yang penting perut terisi. Akibatnya, kebutuhan vitamin, mineral dan zat gizi lain tidak terpenuhi. Tak luput, kebiasaan menonton TV dan membaca buku, bisa juga menjadi salah satu penyebabnya. Kebiasaan itu harus segera dikurangi, setidaknya sejam sebelum tidur. Hm, jarang mandi juga bisa membuat susah tidur. Badan jadi tak enak, gerah. Makanya ada yang menganjurkan mandilah dengan air hangat 30 menit atau sejam sebelum tidur, karena akan  merangsang tidur, dan tubuh jadi tidak tegang.

Penyebab lain mungkin terlalu tingginya tingkat stress. Hal ini biasanya sering menyerang orang yang berusia lebih tua. Meskipun di zaman sekarang, orang muda juga bisa terkena stress yang akut. Banyak cara untuk melawan stress, bisa dengan “membebaskannya” pada hobi, misal menulis dan lainnya. Bisa juga dengan olah raga yang teratur, di pagi harinya. Dengan olah raga, kita bisa memberi energi yang kuat bagi tubuh untuk meminimalisir stress. Biasakan melakukan relaksasi secara rutin, misalnya mendengarkan musik, melatih pernafasan atau meditasi, agar tubuh santai.  Kesulitan untuk tidur, bahkan insomnia, memang bisa membuat seseorang menderita. Pastikan tempat tidur kita dan lingkungan sekitar dibuat senyaman mungkin, membuang cemas dan rasa khawatir dalam kepala, dan membiasakan hidup yang sehat dan tidur yang teratur.

Hanya itu yang saya tahu, barangkali masih banyak hal lain yang menjadi penyebab waktu tidur seseorang bermasalah. Tentu saja, ada banyak hal juga untuk mengatasinya… []

mifka weblog

~makalah Tentang Kesulitan Dalam Ilmu Pendidikan Islam Makalah

Makalah tentang kesulitan dalam ilmu pendidikan islam. pengertian kesulitan dalam pembelajaran, makalah tentang kesulitan dalam ilmu pendidikan islam, teori untuk from ~makalah Tentang Kesulitan Dalam Ilmu Pendidikan Islam Makalah

Sabar Menanti Jodoh Facebook

Ada Kemudahan di Balik Kesulitan Yakinlah bahwa di balik setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Di balik kesulitan pasti ada jalan keluar. Allah Ta’ala from Sabar Menanti Jodoh Facebook

Identifikasi Kesulitan Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi

identifikasi kesulitan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi mata pelajaran pendidikan jasmani di sma se-kabupaten sleman from Identifikasi Kesulitan Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi
  • Recent Search

  • Recent Posts

  • Categories

  • Partners

      You have searched the Download MP3 Gratis weblog archives for 'kesulitan'. If you are unable to find anything in these search results, you can try one of these links.

      Web Stats



    • Theme by OnlyBlogThemes. Sponsored by Tenerife Blog.