Search Results For "Lan 2 Komputer"

Cara Mudah Memindahkan Data Menggunakan Kabel LAN (2 Komputer)

Dulu, saya dibikin stress ketika harus memindahkan data dari 1 laptop ke laptop lainnya, dari 1 komputer ke komputer yang lainnya. Apalagi datanya buanyaaak plus gede-gede, sampai 40 giga lebih. Jika masih menggunakan usb flash drive untuk memindahkannya, pekerjaan itu akan sangat melelahkan, melahap lebih banyak waktu, ribet, membosankan, menjengkelkan. Akhirnya kemudian saya  mendapat solusi yang lebih mudah, santai dan cepat, yaitu  transfer data menggunakan kabel LAN, sampai bergiga-giga. Nah, bagi yang tak punya flashdisk atau hanya punya flashdisk berkapasitas minim, cara ini sangat menyenangkan lho. Yup, cara ini memang sangat mudah, kita hanya menyiapkan [1] kabel LAN (Sobat yang menggunakan internet speedy, pasti punya kabel ini, digunakan untuk koneksi modem dan internet, atau beli di toko komupter, murah ko.) Dan [2] persiapkan dua komputer/ laptop. Bagi yang sudah tau cara ini, abaikan saja artikel ini hehehe….

KABEL LAN:

Tahap-Tahap:

1. Siapkan  2 komputer menyala :D

2. Siapkan Kabel LAN

3. Tancapkan ujung LAN di komputer 1, dan yang lainnya di komputer 2. Jika sudah benar, indikator akan menyala di kedua lubang LAN.

4. Jika sudah siap, di kedua komputer, masuk Start Menu >> Setting >> Network Connection >> Local Area Connection

5. Jika sudah dibuka, di General, cari dan klik 2 kali Internet Protocol (TCP/IP)

6. Jika suda terbuka, klik Use the following IP Adress di kedua komputer.

7. Di komputer 1,  masukkan IP Address:

IP Address:    192.168.0.1

Subnet mask:     255.255.255.0

OK

8. Di komputer 2,  masukkan IP Address:

IP Address:    192.168.0.2

Subnet mask:     255.255.255.0

OK

9. Selanjutnya, buatlah folder di komputer 2, misalnya di beri nama “PINDAH”. Lalu klik kanan folder tersebut, pilih Properties

Pilih Sharing

Di Network Sharing & Security,

Ceklis Share this folder on the work

Ceklis Allow network user to change my file.
OK

Jika sudah berhasil, folder biasanya berubah jadi ada gambar tangan

10. Sebelum kirim data dari  komputer 1, matikan  dulu FIREWALL

Caranya:

Start menu >> Setting >> Control Panel

Pilih Windows Firewall

Klik Off

OK

Nah, sekarang sudah mati, bersiaplah mengirimkan data-data.

11. Di komputer 1,  buka Windows Explorer atau  Internet Explorer sobat, ketikkan alamat Ip Address (192.168.0.2) komputer 2. Ketik: \\192.168.0.2 di address (atas).

Jika sudah benar, di komputer 1, sobat akan mendapatkan folder yang sudah dibuat di komputer 2 dan dishare tadi (folder PINDAH). Dari komputer 1, sobat tinggal memindahkan/ mengirimkan file/ data sebanyak-banyaknya  ke folder PINDAH tadi.

SELESAI

Selamat mencoba!!!

Sekedar catatan:

Jika sudah selesai memindahkan data-data , jangan lupa aktifkan lagi firewallnya yang tadi dibikin off. Jika pengguna internet yang pengaturan TPC/IP nya Obtain and IP address automatically, nonaktifkan lg pilihan Use the following DNS server addressesnya.

mifka weblog

Apa Kabar, Jatinangor?

Sudah lama tak jalan-jalan ke jatinangor. Dulu, semasa SMA, sepanjang jalan ini saya dan kawan-kawan menghabiskan masa remaja. Masa itu tak seramai sekarang. Kini, bangunan-bangunan baru nan kokoh bermunculan; rumah makan sudah hampir saya temui di setiap lima langkah berjalan; kos-kosan mahasiswa sudah tak lagi bisa dibangun menyamping, tetapi sudah bertingkat; warnet-warnet sudah banyak; roda-roda jajanan bertambah meriah; rental game, komputer, toko-toko dan bioskop–seakan semua yang dibutuhkan orang tersedia di sini.  Dari mulai Cileunyi sampai Cikuda, sudah jadi jejaring bisnis yang gempita. Sudah jarang saya menemukan rumah pribumi di garis depan jalan, semua hampir terisi padat oleh warga pendatang. Barangkali warga pribumi semuanya sudah pindah, toh rumah kawan-kawan saya semasa SMA pun sudah sedikit yang masih bertahan di sana. Bangunan-bangunan sudah dikontrakkan, di sulap jadi toko, rumah makan dan kos-kosan.

Terkadang saya menikmati suasana baru ini, tetapi seringkali merasa asing dan sepi. Dulu, tak sedikit orang yang kukenal sepanjang jalan ini, tetapi kini sudah mulai asing dengan warga pendatang, dari luar kota yang sengaja berdagang atau mahasiswa-mahasiswa dari luar pulau, bahkan banyak pula dari luar negeri yang setiapkali berbincang dengan kawannya selalu saja tak saya mengerti bahasanya. Berjalan memasuki gerbang kampus UNPAD pun kini mulai berbeda, jalan dan bangunan-bangunannya sudah lama dirombak dan direnovasi. Tak ada lagi tempat duduk di bawah pohon rimbun, favorit saya dan kawan-kawan di jalan menuju kampus. Dulu, di sana ada pedagang yang akrab dengan kami, penjual gorengan yang senang ketawa dan punya banyak cerita lucu. Kini ia entah pindah ke mana. Tak ada lagi bangku tua di lajur kanan tempat dulu saya duduk makan berdua dengan sang pacar hehehe. Tak ada lagi pohon yang melengkung tempat dulu kami berkumpul bermain musik dan berbincang-bincang sepulang sekolah. Tak ada lagi sawah dan kolam ikan di belakang gardu polisi tempat kami bermain kartu dan melahap nasi liwet.

Kini memang sudah berubah, lebih mewah. Tetapi sekarang di siang hari malah tambah gerah, tak seperti dulu. Tentu saja, hanya tempat dan suasana yang lebih dekat dengan kampus saja yang lebih banyak berubah. Atau sejak ada pusat belanja dan gedung bioskop, keramaian di daerah sana mulai menggeliat. Orang-orang mulai membangun gairah berbisnis. Tanah dan bangunan mulai dijual jauh lebih mahal dibanding tahun-tahun yang lalu. Jelang sore, keramaian dan hilir mudik kendaraan mulai bertambah bising. Musik-musik dari toko dan kafe riuh bersahutan, suara klakson, pijar lampu yang benderang meningkahi papan-papan iklan raksasa nan canggih, gemerlap memutar slide impian. Jauh dari sana, di punggung keramaian ini, warga pribumi saya temukan membangun rumah-rumahnya di tempat yang sepi, di kebun-kebun, bahkan nun jauh di kaki gunung. Melewati kampus IKOPIN dan jalan hotel menuju CIleunyi, bangunan-bangunan memang tak banyak berubah. Saya ingat, dulu sering mampir di Cibeusi, ada kawan yang punya rumah di dekat Pondok Pesantren Al-Aqsha.

Kini ia sudah tak lagi di sana. Tetapi kini Pondok Pesantren Al-Aqsha pun sudah banyak berubah, makin berkembang pesat. Ponpes ini sekarang sudah menjadi Pondok Moodern di Jatinangor, bahkan sudah ada sekolah umumnya. Santrinya sudah ratusan. Saya sebentar mampir ke sana, sunyi dan teduh. Saya bincang-bincang dengan seseorang tentang perkembangan Ponpes. Kini Al-Aqsha sudah mendapat kemajuan dalam segala bidang, dari mulai fasilitas, santri sampai sistem pembelajaran. Wah, kini pula sudah ada laboratorium komputer, perpustakaan yang mulai tambah besar dan fasilitas-fasilitas pembelajaran yang modern.  Hm, tak heran jika Ponpes ini sudah banyak diminati, bahkan dipadati oleh santri-santri dari berbagai kota di Indonesia. Sungguh prestasi dan kemajuan yang cepat dan fantastis sejak berdirinya di tahun 1993. Dari dulu, Ponpes ini yang paling saya sukai di kota Sumedang, barangkali—disamping kualitas pembelajarannya yang baik—karena dulu saya sempat mengagumi santri putri yang menetap di sana hahaha.

Saya merasa kagum, di tengah-tengah lingkungan Jatinangor yang tambah mewah, glamour dan seksi ini masih bertahan Ponpes Modern yang bernapas tambah kuat dan maju. Mudah-mudahan ini menjadi oase yang bisa menyelamatkan umat dari dahaga zaman yang makin aneh. Hm, Al-Aqsha mengingatkan saya pada Drs. KH Mukhlis Aliyudin, M. Ag., dosen saya, pimpinan Ponpes; ingat beliau jadi ingat lagi kuliah yang belum kelar-kelar hahaha… Saya senang berlama-lama berbincang di lingkungan Al-Aqsha, tetapi saya harus kembali ke kampus UNPAD, ada kawan yang ingin bertemu. Berjalan dari Ponpes menuju pusat keramaian di Jatinangor seperti berjalan dari shubuh menuju siang, dari sunyi menuju riuh bunyi. Saya ingin menemukan kembali kawan-kawan saya di Jatinangor, menyusuri kenangan dan masa lalu. Lampu-lampu jelang malam mulai gemerlap berwarna-warni, mengeluarkan aroma angin. Musik mulai terdengar lagi. Saya menyusuri lebih jauh rumah-rumah di pinggiran. Bertemulah saya dengan seorang kawan. Ia mengajak saya menemui yang lainnya. Mereka masih ada. Ada yang di warnet, di toko buku, jualan jus, di rental DVD, di toko-toko makanan. Senang saya melihatnya, cakap-cakap, seronoknya hehehe…

Tapi toh mereka, warga pribumi Jatinangor, saya rasakan seakan sebagian sudah terhimpit di tanahnya sendiri. Sebagian besar dari mereka bersimpuh di teras bisnis para pendatang, selebihnya pulang ke rumah-rumah yang sunyi jauh di belakang keriuhan, membangun rumah-rumah yang berdiri tak semewah kosan dan toko-toko, rumah pribadi yang akan sampai setelah melewati ilalang dan jalan bersampah, atau terhimpit di keramaian kamar-kamar mahasiswa, atau entah di mana, masih lembap dan samar, seperti halnya seorang ayah dan anak pribumi miskin yang di siang hari mengais sampah di TPS yang bertumpuk bekas-bekas barang dan bungkus makanan mahal, entah bekas siapa, barangkali bekas para pemilik modal, atau bekas seorang turis yang kebingungan mencari tempat sampah di Indonesia. Lalu malam larut, saya menyusuri pertokoan dan roda-roda dagangan yang masih saja memproduksi makanan selarut ini.  Gerimis pun turun, perempuan-perempuan cantik nan seksi menjerit berlari manja di bawah garis-garis hujan, air selokan menumbuhkan aroma pasir dan plastik, menghanyutkan semua kenangan…

mifka weblog

Anak-Anak Yang Betah Main di Internet

Dewasa ini anak SD kelas 4 pun bisa dengan mudah mengakses internet. Ck ck ck, anak zaman sekarang… Ya, tadi siang, saya didatangi si Alif yang merengek ingin main internet, katanya mau cari-cari gambar Naruto. Dia masih sekolah SD. Wah, sudah pandai browsing sendiri, tanpa bantuanku. Di satu sisi saya senang, anak sekecil itu sudah mengenal dan akrab kecanggihan tekhnologi, sehingga mereka juga bisa mendapat hiburan atau lebih mudah mencari bahan-bahan untuk memperlancar proses belajarnya; tapi di sisi lain, saya khawatir, ia bisa saja tak sengaja membuka dan menemukan situs atau gambar-gambar yang tak boleh di lihat anak-anak. Ibu Shanti yang saya kenal juga mempunyai anak yang sudah agak mahir menggunakan internet. Setiap anaknya asyik main di Google, ia seringkali menemani dan membimbingnya. Tapi ia juga seringkali khawatir jika si anak yang memasukkan satu “kata kunci” di Google akan menerima beberapa hasil gambar yang “buruk” dan “merusak”.

Kasus lain, Pak Muhtar tetangga kawan saya khawatir kalau anak gadisnya kecanduan main Facebook. Tiga bulan terakhir ini, kegiatan anaknya melulu depan komputer menikmati jejaring sosial tersebut. Dampaknya, si anak gadis jadi jarang terlihat belajar, baca buku dan mengaji lagi. Tentu saja, internet bisa menimbulkan kerugian besar jika anak-anak tidak mendapat bimbingan yang maksimal ketika bermain internet. Hm, jika dilarang main internet lagi , mereka akan menangis, marah bahkan stress; atau bahkan diam-diam pergi ke warnet. Jika saya melakukan pemblokiran pada situs-situs yang tidak dikehendaki…ah, terlalu banyak dan anak-anak itu bisa memberikan reaksi yang sama seperti ketika mereka dilarang main internet. Hm, bingung. Jadi, bagaimana sih cara memberikan bimbingan dan arahan yang efektif bagi anak-anak yang betah main di internet?

Baca juga:

Cara Mudah Blokir Situs Yang Tidak Dikehendaki

mifka weblog

Cara Mudah Blokir Situs Yang Tidak Dikehendaki

Cara Mudah Blokir Situs Yang Tidak Dikehendaki

Ditulis oleh Badru Tamam Mifka di/pada 24 Maret 2010

Di satu sisi, internet menjadi sarana edukasi yang menghibur bagi anak, namun di sisi lain bisa berbahaya karena anak bisa dengan mudah mengakses informasi atau gambar-gambar yang tidak sesuai dengan usia mereka. Salah satu cara untuk mencegah anak menemukan dan membuka gambar dan situs-situs yang tak dikehendaki adalah dengan memblokir situs-situs yang tak baik bagi mereka. Cara ini sangat mudah, tanpa software. Berikut ini cara yang simple untuk memblokir situs atau website agar tidak dapat di akses  dengan cara memanfaatkan file hosts bawaan system operasi windows.

Langkahnya, masuklah ke directory berikut ini :

Windows –> System32 –> drivers –> etc

Buka C:\WINDOWS\system32\drivers\etc, di situ ada file dengan nama hosts. Buka file tersebut dengan notepad/ wordpad, di dalamnya terdapat teks seperti ini:

127.0.0.1 localhost

Nah, misalnya kita ingin memblokir situs facebook dan Youtube, tambahkan saja daftar baru, misal:

127.0.0.1   localhost
127.0.0.2   www.facebook.com
127.0.0.3   www.youtube.com

Catatan: semakin banyak situs yang mau kita blokir, maka ujung IPnya harus berurutan, mulai dari 1 sampai berapa banyak situs yang akan kita blok.

127.0.0.4  www.google.com
127.0.0.5  www….
127.0.0.6  www….

dan seterusnya.

Kalau sudah selesai, jangan lupa save. Sekarang coba buka situs-situs yang sudah masuk dalam daftar blokir, maka browser kita akan menampilkan pesan kesalahan koneksi. Mudah kan? Nah, jika ingin membuka blokir, hapus saja daftarnya dan save.

Semoga bermanfaat

Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.

mifka weblog

How To Connect 2 Computers Using A Lan Cable Ehow Com

While most home networking is done through a router with multiple Ethernet cables, you may not need to purchase all that equipment if you only have two computers that from How To Connect 2 Computers Using A Lan Cable Ehow Com

Cara Membuat Jaringan Lan Cyrus Rico

internet dll, kita bisa lakukan dengan membuat jaringan komputer LAN (Local Area Network dua buah komputer), ataustraight/lurus untuk koneksi lebih dari 2 komputer from Cara Membuat Jaringan Lan Cyrus Rico

How To Connect 2 Systems Using Lan Solved Kioskea Net

COMPUTER 2 IP 192.168.1.1 SUBNET-MASK make sure cable is connected properly than check local area network enable/disable if it from How To Connect 2 Systems Using Lan Solved Kioskea Net
  • Recent Search

  • Recent Posts

  • Categories

  • Partners

      You have searched the Download MP3 Gratis weblog archives for 'lan+2+komputer'. If you are unable to find anything in these search results, you can try one of these links.

      Web Stats



    • Theme by OnlyBlogThemes. Sponsored by Tenerife Blog.