Search Results For "Tentang Rasa"

Rama Band – Tentang Perasaan Hati

Rama Band – Tentang Perasaan Hati http://untuk-telinga.blogspot.com/2010/12/rama-band-tentang-perasaan-hati.html

Rama Band – Tentang Perasaan Hati

Apa Kabar, Jatinangor?

Sudah lama tak jalan-jalan ke jatinangor. Dulu, semasa SMA, sepanjang jalan ini saya dan kawan-kawan menghabiskan masa remaja. Masa itu tak seramai sekarang. Kini, bangunan-bangunan baru nan kokoh bermunculan; rumah makan sudah hampir saya temui di setiap lima langkah berjalan; kos-kosan mahasiswa sudah tak lagi bisa dibangun menyamping, tetapi sudah bertingkat; warnet-warnet sudah banyak; roda-roda jajanan bertambah meriah; rental game, komputer, toko-toko dan bioskop–seakan semua yang dibutuhkan orang tersedia di sini.  Dari mulai Cileunyi sampai Cikuda, sudah jadi jejaring bisnis yang gempita. Sudah jarang saya menemukan rumah pribumi di garis depan jalan, semua hampir terisi padat oleh warga pendatang. Barangkali warga pribumi semuanya sudah pindah, toh rumah kawan-kawan saya semasa SMA pun sudah sedikit yang masih bertahan di sana. Bangunan-bangunan sudah dikontrakkan, di sulap jadi toko, rumah makan dan kos-kosan.

Terkadang saya menikmati suasana baru ini, tetapi seringkali merasa asing dan sepi. Dulu, tak sedikit orang yang kukenal sepanjang jalan ini, tetapi kini sudah mulai asing dengan warga pendatang, dari luar kota yang sengaja berdagang atau mahasiswa-mahasiswa dari luar pulau, bahkan banyak pula dari luar negeri yang setiapkali berbincang dengan kawannya selalu saja tak saya mengerti bahasanya. Berjalan memasuki gerbang kampus UNPAD pun kini mulai berbeda, jalan dan bangunan-bangunannya sudah lama dirombak dan direnovasi. Tak ada lagi tempat duduk di bawah pohon rimbun, favorit saya dan kawan-kawan di jalan menuju kampus. Dulu, di sana ada pedagang yang akrab dengan kami, penjual gorengan yang senang ketawa dan punya banyak cerita lucu. Kini ia entah pindah ke mana. Tak ada lagi bangku tua di lajur kanan tempat dulu saya duduk makan berdua dengan sang pacar hehehe. Tak ada lagi pohon yang melengkung tempat dulu kami berkumpul bermain musik dan berbincang-bincang sepulang sekolah. Tak ada lagi sawah dan kolam ikan di belakang gardu polisi tempat kami bermain kartu dan melahap nasi liwet.

Kini memang sudah berubah, lebih mewah. Tetapi sekarang di siang hari malah tambah gerah, tak seperti dulu. Tentu saja, hanya tempat dan suasana yang lebih dekat dengan kampus saja yang lebih banyak berubah. Atau sejak ada pusat belanja dan gedung bioskop, keramaian di daerah sana mulai menggeliat. Orang-orang mulai membangun gairah berbisnis. Tanah dan bangunan mulai dijual jauh lebih mahal dibanding tahun-tahun yang lalu. Jelang sore, keramaian dan hilir mudik kendaraan mulai bertambah bising. Musik-musik dari toko dan kafe riuh bersahutan, suara klakson, pijar lampu yang benderang meningkahi papan-papan iklan raksasa nan canggih, gemerlap memutar slide impian. Jauh dari sana, di punggung keramaian ini, warga pribumi saya temukan membangun rumah-rumahnya di tempat yang sepi, di kebun-kebun, bahkan nun jauh di kaki gunung. Melewati kampus IKOPIN dan jalan hotel menuju CIleunyi, bangunan-bangunan memang tak banyak berubah. Saya ingat, dulu sering mampir di Cibeusi, ada kawan yang punya rumah di dekat Pondok Pesantren Al-Aqsha.

Kini ia sudah tak lagi di sana. Tetapi kini Pondok Pesantren Al-Aqsha pun sudah banyak berubah, makin berkembang pesat. Ponpes ini sekarang sudah menjadi Pondok Moodern di Jatinangor, bahkan sudah ada sekolah umumnya. Santrinya sudah ratusan. Saya sebentar mampir ke sana, sunyi dan teduh. Saya bincang-bincang dengan seseorang tentang perkembangan Ponpes. Kini Al-Aqsha sudah mendapat kemajuan dalam segala bidang, dari mulai fasilitas, santri sampai sistem pembelajaran. Wah, kini pula sudah ada laboratorium komputer, perpustakaan yang mulai tambah besar dan fasilitas-fasilitas pembelajaran yang modern.  Hm, tak heran jika Ponpes ini sudah banyak diminati, bahkan dipadati oleh santri-santri dari berbagai kota di Indonesia. Sungguh prestasi dan kemajuan yang cepat dan fantastis sejak berdirinya di tahun 1993. Dari dulu, Ponpes ini yang paling saya sukai di kota Sumedang, barangkali—disamping kualitas pembelajarannya yang baik—karena dulu saya sempat mengagumi santri putri yang menetap di sana hahaha.

Saya merasa kagum, di tengah-tengah lingkungan Jatinangor yang tambah mewah, glamour dan seksi ini masih bertahan Ponpes Modern yang bernapas tambah kuat dan maju. Mudah-mudahan ini menjadi oase yang bisa menyelamatkan umat dari dahaga zaman yang makin aneh. Hm, Al-Aqsha mengingatkan saya pada Drs. KH Mukhlis Aliyudin, M. Ag., dosen saya, pimpinan Ponpes; ingat beliau jadi ingat lagi kuliah yang belum kelar-kelar hahaha… Saya senang berlama-lama berbincang di lingkungan Al-Aqsha, tetapi saya harus kembali ke kampus UNPAD, ada kawan yang ingin bertemu. Berjalan dari Ponpes menuju pusat keramaian di Jatinangor seperti berjalan dari shubuh menuju siang, dari sunyi menuju riuh bunyi. Saya ingin menemukan kembali kawan-kawan saya di Jatinangor, menyusuri kenangan dan masa lalu. Lampu-lampu jelang malam mulai gemerlap berwarna-warni, mengeluarkan aroma angin. Musik mulai terdengar lagi. Saya menyusuri lebih jauh rumah-rumah di pinggiran. Bertemulah saya dengan seorang kawan. Ia mengajak saya menemui yang lainnya. Mereka masih ada. Ada yang di warnet, di toko buku, jualan jus, di rental DVD, di toko-toko makanan. Senang saya melihatnya, cakap-cakap, seronoknya hehehe…

Tapi toh mereka, warga pribumi Jatinangor, saya rasakan seakan sebagian sudah terhimpit di tanahnya sendiri. Sebagian besar dari mereka bersimpuh di teras bisnis para pendatang, selebihnya pulang ke rumah-rumah yang sunyi jauh di belakang keriuhan, membangun rumah-rumah yang berdiri tak semewah kosan dan toko-toko, rumah pribadi yang akan sampai setelah melewati ilalang dan jalan bersampah, atau terhimpit di keramaian kamar-kamar mahasiswa, atau entah di mana, masih lembap dan samar, seperti halnya seorang ayah dan anak pribumi miskin yang di siang hari mengais sampah di TPS yang bertumpuk bekas-bekas barang dan bungkus makanan mahal, entah bekas siapa, barangkali bekas para pemilik modal, atau bekas seorang turis yang kebingungan mencari tempat sampah di Indonesia. Lalu malam larut, saya menyusuri pertokoan dan roda-roda dagangan yang masih saja memproduksi makanan selarut ini.  Gerimis pun turun, perempuan-perempuan cantik nan seksi menjerit berlari manja di bawah garis-garis hujan, air selokan menumbuhkan aroma pasir dan plastik, menghanyutkan semua kenangan…

mifka weblog

Di Balik Kesulitan Itu Ada Kemudahan

Angkot yang saya tumpangi berjalan lambat. Antrian kendaraan terjebak macet. Panas matahari jelang sore menembus kaca jendela mobil, merasuki pori-pori tubuh saya. Ah, cuaca yang gerah, keringat membuat tubuh saya mulai bertambah basah. Di saat-saat yang menguji kesabaran seperti itu enaknya melamun, atau menulis sesuatu. Hm, antrian macet yang panjang. Saat itu juga saya berpikir bahwa kehidupan seperti perjalanan yang panjang. Setiap diri menerima peristiwa dan masalah, hidup yang “macet”. Tak sedikit orang menganggap masalah yang ia hadapi sebagai sebuah kesulitan yang buruk. Jarang sekali saya menyadari, ternyata kesulitan itu muncul dari persepsi saya terhadap peristiwa dan masalah, bukan muncul dari masalah itu sendiri. Saya jadi ingat kutipan kitab suci, bahwa sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya di balik kesulitan itu ada kemudahan.  Hm, arti kemudahan di sini bisa bermakna banyak, termasuk bisa dipahami sebagai potensi kita untuk menyederhanakan pikiran dan emosi kita dalam “mekanisme” yang lebih jernih, lembut, luas, tenang, sistematis, prosedural–semacam pribadi positif yang demikian “nikmat” mengerjakan apa yang kita anggap masalah.

Ya, bukankah yang kita perlukan dalam menghadapi masalah bukan hanya solusi, tetapi juga proses “kemudahan”, yang tenang, mengalir tenang, agar benar-benar menghasilkan solusi. Jika kita “tak siap”, hasilnya bisa dipastikan akan terasa sulit. Ah, jangan-jangan kesulitan itu muncul karena kita malas, takut, berprasangka buruk, emosional, tak mau belajar, mudah menyerah dan sebagainya dan sebagainya. Ya, barangkali benar, kesulitan itu lebih banyak diiptakan oleh pikiran dan emosi kita, bukanlah musuh nyata di luar diri kita.Sungguh, dalam hidup ini kita seringkali menyalakan pikiran dan emosi yang buruk, hingga melahirkan kesulitan terburuk pula terhadap banyak situasi. Nah, seperti di jalan macet ini, setiap pengemudi berbeda-beda ketika memberi persepsi terhadap kemacetan yang sama. Hm. pengemudi mobil yang saya tumpangi termasuk kelompok pemarah. Yaah, apa enaknya marah-marah, malah memperburuk situasi, penumpang jadi ikut tak enak; toh dengan kemarahan sebesar apapun, tetap saja masih terjebak macet hehe…Hm, saya jadi ingat, seseorang pernah berkata bahwa masalah–yang kemudian dianggap kesulitan–lahir dari benturan “apa yang kita inginkan” dan “apa yang terjadi”.

Saya pikir, dalam kasus-kasus tertentu, jika benturan itu terjadi, yang lebih bijak kita lakukan adalah “menafsir ulang” keinginan dan pemikiran sesuai kapasitas-diri dan kenyataan, agar tak muncul masalah, keputusasaan, bunuh diri, kemustahilan dan lain-lain. Ada ontoh aneh dan geli, kemarin adik teman saya yang masih SMA punya keinginan untuk memperistri akrtis terkenal bernama Revalina S Temat, dan ia merasa kesulitan. Hm, saya sering agak kesulitan membedakan serius tidaknya kaum remaja kalau ngomongin asmara haha…(saya juga agak bingung, Revalina teh yang mana orangnya). Setengah bergurau, saya tanyakan padanya apa yang membuat akrtis itu menarik baginya. Ia bilang, seperti Vicky Zhou, Revalina S Temat itu cantik, kayaknya baik dan…imut. Saya bilang padanya di desa saya banyak yang cantik, baik dan imut seperti dia, bahkan lebih. Saya jawab seperti itu hanya ingin mengatakan bahwa ia harus realistis, dan setiap orang punya kemampuan untuk meminimalisir “benturan” hehe. Nah, jadi kualitas kecantikan dan keindahan itu tidak hanya dimonopoli Vicky Zhou dan Revalina S. apa…Temat. Ribuan perempuan punya kualitas seperti itu (saya lalu menyarankan untuk mendekati anak pak RW di desa saya). Kemudian  ia beralasan lagi bahwa wanita pujaannya itu aktris dan kaya. Saya geleng-geleng kepala. Saya suruh saja dia merenungkan apa enak dan tidak enaknya punya istri seorang aktris. Saya hanya ingin mengatakan padanya bahwa “memilih” itu harus diprioritaskan pada hal-hal yang “substansial”. Dia masih bingung, sebelum akhirnya saya katakan tentang perbedaan kebutuhan dan kepentingan, tentang kebutuhan primer, sekunder dan tetek-bengek yang lainnya hehe…istilah-istilah itu mengingatkan saya pada pelajaran di bangku sekolah.

Dia bilang pula bahwa istri yang kaya raya itu pilihan yang “substansial”. Hm, substansial, tetapi dalam hal ini juga–selain keinginan–kita pun bisa melakukan proses “menafsir ulang”  kata kaya, seperti juga kata cantik. Bukankah arti “kaya” itu relatif, tak dibatasi pada jumlah-nominal-tertentu, atau tak berbatas? Banyak lho orang yang merasa kaya karena hidup dalam kesederhanaan harta; ada juga yang bahagia dengan “hati-yang-kaya”. Ternyata, “jalan pikiran” seperti itu bisa membuat mereka bahagia dalam hidup, dan saya setuju paradigma yang sederhana itu lebih esensial daripada menderita disebabkan obsesi pada hal-hal yang mahal dan bendawi. Hm, memang, dalam kesulitan itu banyak hal yang bisa dengan tiba-tiba mungkin, seperti mendadak pacaran dengan aktris, tapi pikiran ke sana sama halnya berpikir untuk mengambil jalur yang berbahaya dalam kemacetan hahaha…Jadi  jangan sampai kelemahan kita menumbuh-kembangkan masalah menjadi kesulitan; jangan sampai memahami kesulitan sebagai indikator kegagalan; dan jangan sampai memahami kegagalan sebagai kondisi yang penuh penderitaan. Dia tercenung, tampak agak bingung, diam-diam saya juga merasa bingung dengan apa yang saya ucapkan saat itu hehehe…

Saya jadi ingin tertawa kalau ingat perbincangan kecil dengan adik kawanku itu. Anaknya masih muda, darahnya bergejolak, obsesinya menggebu-gebu–potensi kaum muda yang akan lebih positif jika disalurkan pada hal-hal yang baik, prospektif dan bidang-bidang yang bisa membuatnya berprestasi, bukan potensi yang dikuras energinya pada obsesi memperistri akris hehe…Hm, angkot masih berjalan pelan. Licin kupegang pena, keringat tumbuh subur di telapak tangan saya. Panas masih merasuki hari. Ah, macet di mana-mana memang jadi masalah. Dari tadi saya sudah mencoba tenang dan bersabar menunggu tetap diam di dalam angkot, sekarang tiba giliran untuk melakukan tahap kedua: turun dari angkot. Ya, apa salahnya jalan kaki, mampir sana mampir sini, beli jus, daripada merasa kesulitan dan marah-marah di dalam angkot hehe..Sepanjang jalan, saya melangkah menuruni senja yang mulai matang. Antrian mobil  masih panjang dalam kemacetan. Dugaan saya benar, ternyata tak semua pengemudi marah-marah. Lihat! ada juga yang asyik memutar musik, bernyanti-nyanyi, dan para penumpangnya terlihat ikut menikmati suasana menyenangkan itu. Menyaksikan itu saya jadi senyum-senyum; ya benar, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya di balik kesulitan itu ada kemudahan; seperti halnya hidup, dalam kemacetan itu ada “senyum yang indah, tangan yang tegap memegang setir dan kaki yang tak lelah melangkah…” []

mifka weblog

Novel Biografi: Muhammad; Lelaki Penggenggam Hujan – Tasaro GK

Kasvha pergi dari Suriah, meninggalkan Khosrou, sang penguasa Persia tempatnya mengabdikan hidup demi menemukan lelaki itu: Muhammad. Al-Amin yang kelahirannya akan membawa rahmat bagi semesta alam, pembela kaum papa, penguasa yang adil kepada rakyatnya.  Kehidupan Kashva setelah itu berubah menjadi pelarian penuh kesakitan dan pencarian yang tiada henti terhadap sosok yang dijanjikan. Seorang Pangeran Kedamaian yang dijanjikan oleh semua kitab suci yang dia cai dari setiap ungkapan ayat-ayat Zardusht sampai puncak-puncak salju di perbatasan India, Pegunungan Tibet, biara di Suriah, Istana Heraklius, dan berakhir di Yastrib, sang Kota Cahaya. Hasarat dalam diri Kashva sudah tak terbendung lagi. Keinginannya untuk bisa bertemu dengan Muhammad demikian besar hingga tak ada sesuatu pun yang membuatnya jerih. Bahkan maut yang mengintai dari ujung pedang tentara Khosrou tak jua menyurutkan kerinduannya bertemu Muhammmad.


Kisah pencarian Kashva yang syahdu dalam novel ini akan membawa kita menelusur Jazirah Arab, India, Barrus, hingga Tibet.

Himada…himada…Diakah Himada? Astvat-ereta? Lelaki yang kelahirannya telah lama diramalkan gulungan-gulungan perkamen kuno? Sosok Maitreya yang memiliki tubuh semurni emas, terang benderang, dan suci?

Ya, ini adalah kisah seorang pemimpin paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia. Ini adalah cerita tentang permulaan sebuah ajaran yang paling disalahpahami di muka bumi. Ini adalah sebuah titian perjalanan setiap manusia spiritual berbagai agama untuk menemukan Dia yang Dijanjikan.

Kashva mencari dia yang oleh Zardusht disebut Asvat-ereta; oleh Yohanes Pembaptis dipuji begitu mulia, oleh ayat-ayat suci Kuntap Sukt dipanggil Mamah Rishi; oleh Sang Buddha dipanggil Maitreya, dan oleh dirinya dijuluki Sang Penggenggam Hujan. Hingga pada waktunya, Kashva dihadapkan pada sebuah pertanyaan: benarkah dia sudah bertemu dengan Dia yang Dijanjikan ataukah tengah menipu diri sendiri dan tak menemukan apa-apa setelah perjalanan panjang yang demikian melelahkan?

“Novel yang benar-benar sangat memikat dan akurat tentang Rasulullah SAW.”
Ahmad Rofi’ Usmani, penulis buku-buku tentang Muhammad

“Tasaro bagai pemimpin tur spiritual ke pelosok Persia dan Arab di abad VII. Sangat personal, kadang seakan kia merasa berada di belakang kuduk Rasulullah.”
A. Fuadi, penulis novel Negeri  Menara dan Ranah 3 Warna

Sebuah Novel Biografi
Muhammad; Lelaki Penggenggam Hujan.

Karya Tasaro GK.
Penyunting Ahli: Ahmad Rofi Usmani
Penyunting: Fahd Djibran
Penerbit Bentang
Cetakan I, Maret 2010
Tebal: xxvi+46 hlm; 23,5 cm

mifka weblog

Download MP3: Rhoma Irama

Raden Oma Irama, yang lebih dikenal dengana nama Rhoma Irama, adalah musisi dangdut, pencipta lagu, dan bintang layar lebar kelahiran Tasikmalaya, 11 Desember 1946. Ia membentuk band bernama Soneta yang mulai populer tahun 73-an dan melahirkan album-album yang memperoleh 11 Golden Record. Penyanyi yang dijuluki si “Raja Dangdut” ini memiliki berjuta penggemar di Indonesia dan di luar negeri. Ia dianggap sebagai salah satu penghibur yang paling sukses dalam mengumpulkan massa. Tak heran jika William H. Frederick, doktor sosiologi Universitas Ohio, AS,  menjadikannya sebagai objek penelitian tentang kekuatan popularitas serta pengaruh Rhoma Irama pada masyarakat. Ia  pun banyak di puji karena berhasil mengawinkan musik rock dalam musik Melayu; memadukan rock dengan pop, orkestra dan unsur musik India. Selain itu, Rhoma memiliki kecerdasan improvisasi atas aransemen, syair, lirik, kostum, dan penampilan di atas panggung. Konon, ia telah menciptakan 685 buah lagu dan bermain di lebih 10 film. Selain sukses dalam musik, Rhoma pun berjaya dalam film dan sempat terlibat dalam kancah politik. Nah, bagi yang suka lagu-lagu Rhoma Irama, silakan download:

Download Rhoma Irama

http://www.4shared.com/file/245215306/8032ca2e/Rhoma_Irama__Elvie_Sukaesih_-_.html

http://www.4shared.com/file/245215299/c08d06c1/Rhoma_Irama__Rita_Soegiarto_-_.html

http://www.4shared.com/file/245215301/1e565f8d/Rhoma_Irama_-_1001_Macam.html

http://www.4shared.com/file/245218239/c8083696/Rhoma_Irama_-_135000000.html

http://www.4shared.com/file/245218668/c5715a99/Rhoma_Irama_-_Adu_Domba.html

http://www.4shared.com/file/245223516/ff6fa2d1/Rhoma_Irama_-_Ani.html

http://www.4shared.com/file/245227836/4ae3c457/Rhoma_Irama_-_Begadang.html

http://www.4shared.com/file/245228438/fc220062/Rhoma_Irama_-_Bujangan.html

http://www.4shared.com/file/245229377/b502a917/Rhoma_Irama_-_Bulan_Bintang.html

http://www.4shared.com/file/245231345/88f59aa7/Rhoma_Irama_-_Bulan_Purnama.html

http://www.4shared.com/file/245233417/b4cad1c0/Rhoma_Irama_-_Buta_Tuli.html

http://www.4shared.com/file/245233981/84b35cef/Rhoma_Irama_-_Camelia.html

http://www.4shared.com/file/245236680/cf36db76/Rhoma_Irama_-_Cane.html

http://www.4shared.com/file/245237553/596b2dbd/Rhoma_Irama_-_Darah_Muda.html

http://www.4shared.com/file/245242662/82f9dc93/Rhoma_Irama_-_Gali_Lobang_Tutu.html

http://www.4shared.com/file/245244372/b84270e5/Rhoma_Irama_-_Ghibah.html

http://www.4shared.com/file/245247409/772b86c1/Rhoma_Irama_-_Gulali.html

http://www.4shared.com/file/245250777/7d239251/Rhoma_Irama_-_Hai_Orang_Asing.html

http://www.4shared.com/file/245257305/46b2f5df/Rhoma_Irama_-_Haram.html

http://www.4shared.com/file/245271308/67a885de/Rhoma_Irama_-_Judi.html

http://www.4shared.com/file/245271444/f3d1a74/Rhoma_Irama_-_Kata_Pujangga.html

http://www.4shared.com/file/245277406/a034e180/Rhoma_Irama_-_Kawula_Muda.html

http://www.4shared.com/file/245277931/1da5b4b3/Rhoma_Irama_-_Kegagalan_Cinta.html

http://www.4shared.com/file/245281982/c063f4cf/Rhoma_Irama_-_Kerudung_Putih.html

http://www.4shared.com/file/245286858/90d3112/Rhoma_Irama_-_Laa_Ilaha_Illall.html

http://www.4shared.com/file/245287608/c6588f38/Rhoma_Irama_-_Lari_Pagi.html

http://www.4shared.com/file/245295061/7a3a0d93/Rhoma_Irama_-_Malam_Terakhir.html

http://www.4shared.com/file/245295949/4906dcac/Rhoma_Irama_-_Mandul.html

http://www.4shared.com/file/245303072/190f8360/Rhoma_Irama_-_Mirasantika.html

http://www.4shared.com/file/245305191/3a2ccabf/Rhoma_Irama_-_Musik.html

http://www.4shared.com/file/245306934/ac0f28ec/Rhoma_Irama_-_Narapidana.html

http://www.4shared.com/file/245307489/812e79ac/Rhoma_Irama_-_Perjuangan_Dan_D.html

http://www.4shared.com/file/245314764/4c8f1098/Rhoma_Irama_-_Pertemuan.html

http://www.4shared.com/file/245316763/78e24db0/Rhoma_Irama_-_Piano.html

http://www.4shared.com/file/245326175/cbb7dfa6/Rhoma_Irama_-_Pria_Idaman.html

http://www.4shared.com/file/245326502/1d9b741e/Rhoma_Irama_-_Primadona_Desa.html

http://www.4shared.com/file/245334142/e997f8fd/Rhoma_Irama_-_Rambate_Rata_Hay.html

http://www.4shared.com/file/245343419/2a0ef372/Rhoma_Irama_-_Reformasi.html

http://www.4shared.com/file/245350870/2347936a/Rhoma_Irama_-_Saleha.html

http://www.4shared.com/file/245355455/5fdf0c31/Rhoma_Irama_-_Santai.html

http://www.4shared.com/file/245359079/298035fc/Rhoma_Irama_-_Sawan_Kam_Hina.html

http://www.4shared.com/file/245368565/c0fa97c8/Rhoma_Irama_-_Sekuntum_Mawar_M.html

http://www.4shared.com/file/245369784/924639db/Rhoma_Irama_-_Seni.html

http://www.4shared.com/file/245371897/e1dc1f42/Rhoma_Irama_-_Setan_Pasti_Kala.html

http://www.4shared.com/file/245374180/5eac701d/Rhoma_Irama_-_Siapa_Yang_Punya.html

http://www.4shared.com/file/245382134/1d0ea5c2/Rhoma_Irama_-_Stress.html

http://www.4shared.com/file/245383332/4f55b3fc/Rhoma_Irama_-_Syahdu.html

http://www.4shared.com/file/245391876/b768bc3b/Rhoma_Irama_-_Tung_Keripik.html

http://www.4shared.com/file/245391877/c06f8cad/Rhoma_Irama_-_Viva_Dangdut.html

http://www.4shared.com/file/245397497/729d079b/Rhoma_Irama_-_Yatim_Piatu.html

http://www.4shared.com/file/245416762/12e04d9e/Rhoma_Irama_-_Zulfikar.html

[dari berbagai sumber]

mifka weblog

Surat Kecil Tentang Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan akan membuka jendela mata dan pikiran kita terhadap dunia. Seperti cinta, ilmu pengetahuan adalah hadiah Tuhan bagi manusia. Ia hakikat dalam diri yang mesti diolah; menghidupkan sepenuh pancaindra dan akal; menyusun hikmah dari seribu pengalaman dan mimpi manusia; membuka selebar-lebarnya jendela hati, membiarkan cahaya meraba rasa. Hayatilah juga anugerah yang mengalir tiba-tiba bagi manusia yang berpikir. Galilah inti kehidupan, cermin dunia yang kita hadapi dan berjuta manusia yang bertukar kata dan makna. Kita himpun semesta yang berserak, menyusuri akar-akar hakikat dan jejaring pengetahuan yang tak terpisahkan. Kita berjalan menempuh cara yang berbeda dan kembali berkumpul menerima kebenaran yang sama. Kita buka logika untuk dunia, dan kita pahami diri dengan intuisi—tak terpisahkan, saling memberi dan berbagi isyarat makna untuk menumbuhkan fungsi ilmu pengetahuan.

Benar, sahabatku, ilmu pengetahuan sangatlah penting bagi kita. Tanpanya, kita ibarat berjalan dalam kegelapan. Sungguh bahagia orang-orang yang jatuh cinta pada ilmu pengetahuan, orang-orang yang kesehariannya merasa haus ilmu melebihi kebutuhannya akan segelas air dan lapar pengetahuan melebihi keinginannya akan sepiring nasi dan daging. Beruntunglah orang-orang yang mau menghayati dan memenuhi kekosongan waktunya untuk lebih banyak menggali dan mengolah ilmu pengetahuan, belajar dan belajar, menempatkan dirinya menjadi bagian dari orang-orang dahaga yang tak pernah lelah mempelajari rahasia ilmu. Mereka yang benar-benar sadar bahwa kesempatan hadir di bangku sekolah dan ruang kuliah memberi kita semangat untuk meraih ilmu pengetahuan, memaknai semenit belajar sebagai kegiatan yang sangat berharga; bekerja keras untuk berpikir, semangat memenuhi keingintahuan pikirannya dan berkarya dalam bentuk apapun.

Galilah potensi dan jelajahi prestasi. Kita ajukan kemampuan diri dan kita asah kekuatan yang ada. Ilmu pengetahuan adalah kekuatan bagi terbesar manusia. Maka kita akan membangun ruang untuk belajar di manapun berada; di tikungan-tikungan dunia, di rumah, menghimpun diri dan berbaur dengan orang-orang di jalanan. Kita tinggalkan kekosongan, kehampaan dan kesia-siaan. Kita jalani keseharian dengan memanjakan jiwa dan pikiran oleh semangat kebutuhan akan ilmu pengetahuan. Kita jawab pertanyaan dan kita lahirkan pertanyaan baru. Kita tenggelamkan diri dalam buku-buku—bacalah, bacalah huruf-huruf pengetahuan dan fenomena semesta. Cintailah buku-buku dan kitab semesta. Kita nikmati proses dalam tahap-tahap melahirkan karya, meski sangat-sangat sederhana. Lantas, kaupun tahu, sahabatku, dengan ilmu pengetahuan sekecil apapun kita harus hadir untuk memberikan manfaat bagi umat manusia, selama hidup kita, sesudah mati kita…

Majalaya, 2010

Untuk D’el
Salam hangat, Badru Tamam Mifka

mifka weblog

Saya Harus Berhenti Merokok!

Saya ingin berhenti merokok, setelah bertahun-tahun, karena hanya memberikan kenikmatan sesaat, dan tentu saja kerugian yang besar pada diri saya, juga orang-orang yang dekat dengan saya. Sudah cukup lama pula saya punya niat berhenti, tetapi susah, seperti tengah berperang dengan hawa nafsu saja. Hm, selalu saja merasa susah, betapa cengeng pikiran saya. Sudah saya coba banyak upaya, menjalani tips, dari mulai mengunyah permen karet sampai menenggelamkan diri pada pekerjaan yang tak memungkinkan saya bisa meroko, masih saja belum berhasil. Ah, entah sudah berapa juta batang yang sudah saya hisap selama merokok, entah berapa juta uang yang sudah saya habiskan untuk membeli rokok. Saya tidak tahu, yang saya tahu bahwa saya sangat kesulitan untuk menolak diperbudak sebatang rokok.

Sudah saya lewati pengalaman yang panjang untuk berhenti merokok. Telah saya hayati setiap motivasi. Saya baca puluhan artikel tentang kerugian merokok, masih saja godaan merokok merayu saya. Sudah saya coba pula untuk tidak bergaul dengan para perokok, tetapi hanya akan mengurangi jumlah teman saja. Saya buang semua hal yang mengingatkan saya pada rokok. Namun, ketergantungan saya menabung racun tar-nikotin dalam saraf tubuh saya masih cukup tinggi, setinggi penerimaan negara dari cukai dan pajak rokok. Ah, menghentikan kebiasaan merokok butuh perjuangan yang berat dan kesabaran yang tinggi.

Saya sudah meminta banyak orang untuk membantu saya berhenti merokok. Tetapi tak banyak membantu jika tak ada niat dan komitmen dari dalam diri. Kesadaran untuk berhenti merokok dan memahami kerugian pada kesehatan diri dan orang lain sudah cukup untuk memulai hari-hari tanpa rokok. Kenikmatan sesaat saya sudah mengorbankan bertahun-tahun kesehatan saya. Saya juga sering dihantui sesal ketika ingat bahwa saya sudah bertahun-tahun menyumbangkan banyak asap racun pada anak-anak dan ibu hamil yang tak sengaja menghisap asap rokok saya. Ah, anak-anak, cukup lama saya memberi contoh yang tidak baik di hadapan mereka.

Saya menyesal dulu pernah coba-coba merokok, sampai akhirnya kecanduan, selama bertahun-tahun tak sadar teraniaya dan menganiaya. Hm, memang benar, cara paling efektif untuk tidak merokok adalah tidak pernah sekalipun mencoba sebatang rokok seumur hidup. Tentu saja, bagi yang belum pernah merokok, don’t try, rokok menyuntikkan candu seperti narkoba, sekali mencoba, sudah itu menderita. Bagi yang terlanjur kecanduan dan punya niat ingin berhenti, don’t cry, tak ada yang tak mungkin untuk keinginan hati yang kuat. Ya, seperti hari ini, masih saya nikmati saat-saat saya belajar berhenti merokok. Satu jam saja dapat menahan rokok, saya merasa sudah memenangkan 60 menit pertarungan melawan hawa nafsu. Saya ingin berhenti merokok. Saya harus berhenti merokok. Doakan aku yaaa… (benteng takeshi mode on) :)

mifka weblog

Anak Masa Depan di Persimpangan Jalan

Di sini, di seberang gedung sekolah, aku melihat anak-anak SD berhamburan pulang. Kulihat berpuluh wajah penuh peluh, derai tawa dan mata yang bening berbinar. Melihat mereka aku jadi ingat keponakan-keponakanku, mereka juga masih duduk di sekolah dasar. Di tempat lain, aku melihat bayi dalam gendongan. Aku melihat ibu hamil akan menyeberang jalan. Hm, aku ingat, tetanggaku hari ini akan melahirkan. Ah, kelahiran, daun-daun gugur dan kemudian tumbuh penggantinya. Anak-anak yang lahir dan tumbuh hari ini adalah mereka yang terpilih menjadi penerus silsilah keluarga; dan diantara mereka, kelak akan bekerja keras untuk sejarah dan nasib  zamannya sendiri. Anak-anak yang lahir dan tumbuh hari ini adalah anak-anak yang kelak akan bekerja di ladang-ladang masa depan; menanam pikiran, moral, mentalitas, kreativitas dan impian-impian besar. Mereka akan bekerja dengan kekuatan yang kita wariskan hari ini, dengan impian yang diwariskan sejarah hari ini.

Kita hari ini mempunyai tugas berat dan penting mempersiapkan anak-anak  untuk masa depan. Pikiran dan tubuh mereka hari ini masih kosong dan lemah, harus kita isi dengan pendidikan dan kesehatan. Kita dibebani tanggung jawab untuk memberi mereka pendidikan dan kesehatan yang layak. Bekal yang layak hari ini kelak akan menolong mereka dari ganasnya bahasa zaman yang lebih buas dari zaman kita. Berdosalah kita jika hanya bertugas melahirkan mereka tanpa memberi mereka kekuatan apapun. Pikiranku tiba-tiba melayang, memunguti ingatan dan kenangan. Aku merenung, menyulam nasehat dan masa silam,  ada yang bergemuruh berulangkali di lubuk kesadaranku.

Ah, betapa anak-anak adalah harta berharga bagi kita, bagi bangsa, bagi hidup ini. Kita harus memberinya bekal untuk jalan kehidupannya yang masih panjang. Benar, kita jangan memberi anak-anak kita keyakinan bahwa uang adalah hal yang paling penting untuk merumuskan kebahagiaan hidup. Jangan manjakan mereka dengan harta, ajari mereka tentang kerja keras dan proses perjuangan. Alirkan di benak mereka pemahaman bahwa kesenangan berbeda dengan kebahagiaan seperti halnya beda antara keinginan dan kebutuhan. Jangan ajari mereka terbiasa menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah hidup. Sirami jiwa mereka dengan hikmah tentang perbedaan dalam kehidupan.

Ya, mulailah peduli untuk mempersiapkan mereka menuju sebuah perjalanan panjang masa depan. Perjalanan zaman yang banyak tikungan, gelap, licin dan terjal. Mereka kelak akan melewati semua itu tidak hanya dengan keberanian, tetapi juga dengan segenap kesadaran. Mereka akan berjalan menuju masa depan, tanpa orang tuanya, tanpa kita. Seribu rintangan nasib akan mengusik langkah mereka. Jiwa dan pikiran mereka akan berjalan diantara godaan, hasutan, tipuan dan seribu bentuk kejahatan zaman.  Titipkan di dada mereka iman terhadap kebenaran dan kekuatan untuk tetap melindungi dan membelanya. Beri mereka kebijaksanaan untuk mencintai lingkungan dan sesama manusia. Beri mereka teladan tentang takzim yang tulus pada guru dan orang tua mereka, semangat kebaikan, kesabaran dan kepercayaan diri. Tumbuhkan pada diri mereka kemampuan untuk menghargai dan memahami dirinya sendiri.

Pikiran dan nasib mereka kelak akan berpacu dengan roda zaman, dihantui kebodohan, kemiskinan dan pengangguran. Akan tiba masanya bagi mereka dimana kekayaan dan kemiskinan mereka mempunyai resiko yang sama besar dan menakutkan. Hal itu akan terjadi jika mereka terhanyut dalam keserakahan dan kemalasan. Akan tiba waktunya bagi mereka dimana kepintaran dan kebodohan akan membunuh diri mereka sendiri. Hal itu kelak terjadi jika mereka tenggelam dalam ketidaksadaran zaman. Bisikkan pada mereka tentang perjalanan orang-orang yang akan berbaris di jalan yang lurus. Ceritakan pada mereka bahwa perbuatan apapun akan berbuahkan balasan. Tanamkan di jiwa mereka kejujuran untuk mengatakan bahwa salah adalah salah dan benar adalah benar, apapun resikonya. Ajari mereka kejernihan pikiran untuk memberi nasehat dan keberanian untuk menerima kritik dan nasehat. Benamkan di hati mereka pemahaman bahwa rasa sombong tidak akan pernah menolong hidup mereka. Bimbing mereka untuk mulai mencintai ilmu pengetahuan, mencintai rasa damai…

Ah, di sini, di trotoar yang panas, laju pikiranku terhempas. Tak selesai. Suara bising knalpot menggilas lamunanku. Aku melihat anak-anak SMA bergerombol di tepi jalan. Aku ingat berita tawuran anak sekolah beberapa hari yang lalu. Di kejauhan, kulihat anak-anak SMP berkelompok mal-mal. Langit pun teduh, senja perlahan mengendap di kaki langit. Tapi, anak-anak jalanan masih hilir mudik di sepanjang jalan, diantara lampu-lampu mobil. Mereka berkeliaran dalam gelap. Adzan maghrib terdengar, bergema bercampur nyanyian anak-anak yang mendekap gitar di bawah lampu merah.  Ah, seribu anak masa depan di persimpangan jalan, anak-anak yang  merangkak dan meraba-raba di tikungan zaman. Aku ingat keponakan-keponakanku. Pikiranku terpaku. Kuhentikan pena di atas buku harianku. Hati saya berdarah, mengucurkan gelisah, lelah…

Bandung, Maret 2010

 

mifka weblog

Puisi Ketika Hujan, Tentang Kegelisahan

Hari ini, aku menemukan wajahmu diantara ribuan garis hujan.
Suara gerimis terdengar miris menabuh bumi yang makin memburuk ini.
Ah, cinta kita, kelak akan makin sempit menikmati wajah dunia,
jarak kita akan semakin dingin dan menganga dalam kata-kata…

Dengarlah,  lihatlah, usia alam telah memendam dendam pada manusia
Air sungai yang kotor meluap ke rumah-rumah, mengendap dalam tidur kita,
dan pohon-pohon tumbang menghadang jalan, ribuan tumbuhan rusak
Sampah-sampah pamplet iklan dan politik menutupi lubang-lubang selokan dan pikiran kita
Pabrik tak henti mengalirkan gelombang limbah pada hati kita
Bumi sudah sakit, langit sudah terasa pahit di lidah harapan kita

Kita begitu resah dalam putaran zaman
Cinta kita terhimpit, waktu telah merampok usianya yang panjang

Aku masih saja merindukanmu, di sini, diantara putaran malam dan siang yang terasa singkat
Mimpiku dicekik detik-detik, dicambuki hari-hari, doaku memekik di bawah terik matahari.
Aku gemetar menyulam cinta dalam gemuruh roda raksasa ekonomi yang keras menggilas nasib
Berjalan ringkih dalam nyanyian sedih kaum penganggur yang membeli harapan dengan
setumpuk amarah dan keputusasaan, terasing dalam jiwanya sendiri.

Jiwaku dijajah berjuta wajah dalam koran-koran dan majalah
Aku murung dalam sihir sinetron dan film-film
Masa depan yang rumit dan mahal, Sayangku, betapa
cinta kita dibuatnya resah dan mengalah.

Hujan masih saja turun deras dalam pikiranku.
Air sungai yang kotor meluap dalam puisiku.
Aku berselisih dengan kemungkinan dan misteri.
Tak henti melempar dadu di atas lingkar rindu yang terbakar.
Betapa kita hidup di dunia yang mendidik cinta terbiasa patuh pada sengketa dan harta.

Di sini, hujan masih saja turun deras, Sayang
Air sungai berlumpur masih meluap dalam puisiku.
Angin memangkas dedaun dan kata-kata.
Cinta kita tak henti menggigil dalam dingin usia…

EFM/ Cimahi, Februari 2010

mifka weblog

Perahu Yang Akan Segera Berangkat

Di sini, berjuta orang merindukan cahaya masa depan yang menyala terang, terlihat dari kejauhan titik cahayanya seperti kerlip bintang di ujung lautan. Mereka akan bergegas berangkat dengan biduk-biduk kecil yang mengikatkan talinya pada kekuatan laju perahu besar bernama waktu, takdir, nyanyian dan impian berjuta manusia. Perahu besar yang berlabuh setiap setahun sekali, menepi selama sebulan, dan kelak menarik apapun yang menambatkan temali pada tiangnya yang kokoh. Perahu besar itu menampung seribu dewa yang menunggu anak-anaknya. Mereka menunggu, berteriak, bernyanyi, mengeluh, memberi semangat dan menangis.

Sementara waktu telah berjalan begitu cepat, menghitung sisa hari seperti ketukan detik jam yang melekat pada bom waktu, dan itu artinya setiap orang di pulau harus bergegas mempersiapkan bekal sebelum akhirnya kapal besar itu berangkat meninggalkan pulau, sebelum kelak usia rapuh dalam kesendirian yang maha sepi. Mereka akan berbondong-bondong menuju negeri cahaya, membangun rumah, menikah dan melahirkan anak-anak yang akan melanjutkan sejarah dan silsilah.

Cahaya masa depan adalah kota harapan, tempat kebahagiaan dirumuskan dengan sempurna, kenikmatan dunia yang memanjakan raga dan jiwa. Orang-orang muda di pulau ini sudah bekerja keras mencari dan mempersiapkan cinta dan harta. Mereka diburu usia dan impiannya sendiri, berlomba dengan waktu, berdesakan meraih kesempatan untuk berangkat. Di sanalah aku berdiri, dengan jiwa yang kecewa, nanar menatap lautan, gemetar di antara keriuhan seribu manusia yang berlarian seperti layaknya ingin menyelamatkan diri dari ledakan bencana dan banjir besar.

Ya, aku terlambat mengejar laju waktu. Aku terlambat menulis kitab kehidupan yang harus aku wariskan untuk pulau ini. Aku terlambat mempersiapkan diri, bekal dan kekuatan. Lihatlah, langit mendung, biduk berderak digoyang riak, dan bayangan seorang perempuan yang bermata sendu tengah asyik menganyam hati dan usia diatasnya; nyanyiannya lamat, bayangannya bergoyang seperti asap, dan akhirnya hilang ditelan udara. Aku menerima isyarat itu dalam rinai hujan yang mulai turun. Berulangkali aku membaca pesannya dalam garis cuaca dan bintang. Pesan tentang cinta dan cahaya. Tapi gelisahku buncah, resahku rekah dalam arus darah di urat nadi tubuhku yang lemah dan lelah.

Betapa ingin aku memahami ombak dengan biduk kecil bersamanya, dialah perempuan yang berwajah lembut dan bersuara merdu ketika menerjemahkan puisi dan kehidupan. Betapa ingin aku menyentuh cahaya masa depan dengannya, dialah perempuan yang punya jemari yang halus ketika menulis suara malam dan isi hatinya. Bayangannya berkali-kali hadir, meliuk melahirkan suara yang manja pada ruang jiwaku. Tapi apakah hidup dan cita-cita bisa diselesaikan hanya dengan sebaris impian? Rasa takut seperti bahasa maut di urat leher sang pengecut. Aku berselisih dengan bayanganku sendiri. Harapan dan kenyataan saling bersahutan, menghibur sekaligus mencemoohku, membangkitkan dan menindihku.

Perempuan itu menyulam waktu dan rindu di ketinggian langit biru, betapa jauh kugapai dan kuterjemahkan dengan bahasaku. Perempuan dalam bayangan, wajah yang rekah dalam kata dan pinta. Ia bergumam pelan dalam khayalan. Hari-harinya akan terbuang dan melelahkan jika ia menunggu dan menemaniku di sini. Ia punya hak untuk berangkat lebih awal. Bagiku, ia perempuan yang cukup sempurna, sungguh disesali jika ia menungguku dan melepas kuncup-kuncup usia dan sisa waktu kebahagiaannya dalam dunia yang singkat ini. Sungguh disesali jika harapannya yang indah aku hambat dengan diri yang lemah, mudah lelah dan banyak salah ini. Ah, aku menyayanginya, itulah sebabnya aku akan merelakan ia berangkat kali ini, menuju tanah kebahagiaan. Kebahagiiaannya adalah kebahagiaanku.

Genta senja tiba-tiba berdentang, bunyi riak laut pada jangkar perahu yang diangkat memecah sunyi pada ruang jiwaku. Gema lengkingan terompet dari tiang utama perahu menggetarkan bibir pantai. Perahu akan segera berangkat, dan aku benar-benar sudah terlambat. Dadaku bergemuruh, selaksa riuh. Aku terpejam dalam diam, memilah jiwa dari rasa kecewa, menguatkan hati, bahwa kehidupan akan mengajarkan manusia untuk siap menerima kehilangan sesuatu yang sangat ia cintai. Pada letihku tetap tumbuh sang kekasih. Aku tersenyum menerjemahkan bayangan wajahnya pada warna langit. Aroma kenangan mulai tercium pada harum hujan. Aku merangkum senyumnya yang ranum pada doa-doa dan warna cuaca.

“Ya, perahu akan segera berangkat, perempuanku. Usia dan kata-kata telah menggeliat sangat cepat. Kau dan hidupmu tak punya waktu yang banyak untuk menungguku, akan butuh bertahun-tahun untuk menungguku. Cinta adalah harta yang sangat berharga dalam hidup manusia, maka aku mencintaimu, kekasihku. Betapa besar harapan untuk berangkat bersamamu. Tapi pergilah, jangan pedulikan aku, berangkatlah menuju cahaya masa depan dan kebahagiaan, tanpa aku…Telah lama sebilah belati berulangkali aku tancapkan di pusat hati dan ingatanku, dan seperti yang kau tahu, aku tak kunjung mati, aku tak bisa henti mencintaimu….”

EFM/ Cimahi, Februari 2010

mifka weblog

Astrid – Tentang Rasa – Video Listening Amp; Stats At Last Fm

Watch the video for Astrid – Tentang Rasa from the album Lihat Aku Sekarang. At least eight artists share this name (see below): 1) Astrid, the Scottish band from Astrid – Tentang Rasa – Video Listening Amp; Stats At Last Fm

Astrid Tentang Rasa ® ıllıllı Fl@sh Mix ıllıllı ® By

Listen to Astrid - Tentang Rasa ® ıllıllı (FL@sh Mix) ıllıllı ® by FLash | Create, record and share the sounds you create anywhere to friends, family and the from Astrid Tentang Rasa ® ıllıllı Fl@sh Mix ıllıllı ® By

Tentang*rasa~dj*denny By Vdj*denny* On Soundcloud Create Record

Listen to Tentang*Rasa~Dj*Denny by Vdj*Denny* | Create, record and share the sounds you create anywhere to friends, family and the world with SoundCloud, the world's from Tentang*rasa~dj*denny By Vdj*denny* On Soundcloud Create Record
  • Recent Search

  • Recent Posts

  • Categories

  • Partners

      You have searched the Download MP3 Gratis weblog archives for 'tentang+rasa'. If you are unable to find anything in these search results, you can try one of these links.

      Web Stats



    • Theme by OnlyBlogThemes. Sponsored by Tenerife Blog.