Di Balik Kesulitan Itu Ada Kemudahan

Posted in Uncategorized with a total of No comments

Posted by MP3 Gratis on May 6th, 2010 - Permalink to this entry

Angkot yang saya tumpangi berjalan lambat. Antrian kendaraan terjebak macet. Panas matahari jelang sore menembus kaca jendela mobil, merasuki pori-pori tubuh saya. Ah, cuaca yang gerah, keringat membuat tubuh saya mulai bertambah basah. Di saat-saat yang menguji kesabaran seperti itu enaknya melamun, atau menulis sesuatu. Hm, antrian macet yang panjang. Saat itu juga saya berpikir bahwa kehidupan seperti perjalanan yang panjang. Setiap diri menerima peristiwa dan masalah, hidup yang “macet”. Tak sedikit orang menganggap masalah yang ia hadapi sebagai sebuah kesulitan yang buruk. Jarang sekali saya menyadari, ternyata kesulitan itu muncul dari persepsi saya terhadap peristiwa dan masalah, bukan muncul dari masalah itu sendiri. Saya jadi ingat kutipan kitab suci, bahwa sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya di balik kesulitan itu ada kemudahan.  Hm, arti kemudahan di sini bisa bermakna banyak, termasuk bisa dipahami sebagai potensi kita untuk menyederhanakan pikiran dan emosi kita dalam “mekanisme” yang lebih jernih, lembut, luas, tenang, sistematis, prosedural–semacam pribadi positif yang demikian “nikmat” mengerjakan apa yang kita anggap masalah.

Ya, bukankah yang kita perlukan dalam menghadapi masalah bukan hanya solusi, tetapi juga proses “kemudahan”, yang tenang, mengalir tenang, agar benar-benar menghasilkan solusi. Jika kita “tak siap”, hasilnya bisa dipastikan akan terasa sulit. Ah, jangan-jangan kesulitan itu muncul karena kita malas, takut, berprasangka buruk, emosional, tak mau belajar, mudah menyerah dan sebagainya dan sebagainya. Ya, barangkali benar, kesulitan itu lebih banyak diiptakan oleh pikiran dan emosi kita, bukanlah musuh nyata di luar diri kita.Sungguh, dalam hidup ini kita seringkali menyalakan pikiran dan emosi yang buruk, hingga melahirkan kesulitan terburuk pula terhadap banyak situasi. Nah, seperti di jalan macet ini, setiap pengemudi berbeda-beda ketika memberi persepsi terhadap kemacetan yang sama. Hm. pengemudi mobil yang saya tumpangi termasuk kelompok pemarah. Yaah, apa enaknya marah-marah, malah memperburuk situasi, penumpang jadi ikut tak enak; toh dengan kemarahan sebesar apapun, tetap saja masih terjebak macet hehe…Hm, saya jadi ingat, seseorang pernah berkata bahwa masalah–yang kemudian dianggap kesulitan–lahir dari benturan “apa yang kita inginkan” dan “apa yang terjadi”.

Saya pikir, dalam kasus-kasus tertentu, jika benturan itu terjadi, yang lebih bijak kita lakukan adalah “menafsir ulang” keinginan dan pemikiran sesuai kapasitas-diri dan kenyataan, agar tak muncul masalah, keputusasaan, bunuh diri, kemustahilan dan lain-lain. Ada ontoh aneh dan geli, kemarin adik teman saya yang masih SMA punya keinginan untuk memperistri akrtis terkenal bernama Revalina S Temat, dan ia merasa kesulitan. Hm, saya sering agak kesulitan membedakan serius tidaknya kaum remaja kalau ngomongin asmara haha…(saya juga agak bingung, Revalina teh yang mana orangnya). Setengah bergurau, saya tanyakan padanya apa yang membuat akrtis itu menarik baginya. Ia bilang, seperti Vicky Zhou, Revalina S Temat itu cantik, kayaknya baik dan…imut. Saya bilang padanya di desa saya banyak yang cantik, baik dan imut seperti dia, bahkan lebih. Saya jawab seperti itu hanya ingin mengatakan bahwa ia harus realistis, dan setiap orang punya kemampuan untuk meminimalisir “benturan” hehe. Nah, jadi kualitas kecantikan dan keindahan itu tidak hanya dimonopoli Vicky Zhou dan Revalina S. apa…Temat. Ribuan perempuan punya kualitas seperti itu (saya lalu menyarankan untuk mendekati anak pak RW di desa saya). Kemudian  ia beralasan lagi bahwa wanita pujaannya itu aktris dan kaya. Saya geleng-geleng kepala. Saya suruh saja dia merenungkan apa enak dan tidak enaknya punya istri seorang aktris. Saya hanya ingin mengatakan padanya bahwa “memilih” itu harus diprioritaskan pada hal-hal yang “substansial”. Dia masih bingung, sebelum akhirnya saya katakan tentang perbedaan kebutuhan dan kepentingan, tentang kebutuhan primer, sekunder dan tetek-bengek yang lainnya hehe…istilah-istilah itu mengingatkan saya pada pelajaran di bangku sekolah.

Dia bilang pula bahwa istri yang kaya raya itu pilihan yang “substansial”. Hm, substansial, tetapi dalam hal ini juga–selain keinginan–kita pun bisa melakukan proses “menafsir ulang”  kata kaya, seperti juga kata cantik. Bukankah arti “kaya” itu relatif, tak dibatasi pada jumlah-nominal-tertentu, atau tak berbatas? Banyak lho orang yang merasa kaya karena hidup dalam kesederhanaan harta; ada juga yang bahagia dengan “hati-yang-kaya”. Ternyata, “jalan pikiran” seperti itu bisa membuat mereka bahagia dalam hidup, dan saya setuju paradigma yang sederhana itu lebih esensial daripada menderita disebabkan obsesi pada hal-hal yang mahal dan bendawi. Hm, memang, dalam kesulitan itu banyak hal yang bisa dengan tiba-tiba mungkin, seperti mendadak pacaran dengan aktris, tapi pikiran ke sana sama halnya berpikir untuk mengambil jalur yang berbahaya dalam kemacetan hahaha…Jadi  jangan sampai kelemahan kita menumbuh-kembangkan masalah menjadi kesulitan; jangan sampai memahami kesulitan sebagai indikator kegagalan; dan jangan sampai memahami kegagalan sebagai kondisi yang penuh penderitaan. Dia tercenung, tampak agak bingung, diam-diam saya juga merasa bingung dengan apa yang saya ucapkan saat itu hehehe…

Saya jadi ingin tertawa kalau ingat perbincangan kecil dengan adik kawanku itu. Anaknya masih muda, darahnya bergejolak, obsesinya menggebu-gebu–potensi kaum muda yang akan lebih positif jika disalurkan pada hal-hal yang baik, prospektif dan bidang-bidang yang bisa membuatnya berprestasi, bukan potensi yang dikuras energinya pada obsesi memperistri akris hehe…Hm, angkot masih berjalan pelan. Licin kupegang pena, keringat tumbuh subur di telapak tangan saya. Panas masih merasuki hari. Ah, macet di mana-mana memang jadi masalah. Dari tadi saya sudah mencoba tenang dan bersabar menunggu tetap diam di dalam angkot, sekarang tiba giliran untuk melakukan tahap kedua: turun dari angkot. Ya, apa salahnya jalan kaki, mampir sana mampir sini, beli jus, daripada merasa kesulitan dan marah-marah di dalam angkot hehe..Sepanjang jalan, saya melangkah menuruni senja yang mulai matang. Antrian mobil  masih panjang dalam kemacetan. Dugaan saya benar, ternyata tak semua pengemudi marah-marah. Lihat! ada juga yang asyik memutar musik, bernyanti-nyanyi, dan para penumpangnya terlihat ikut menikmati suasana menyenangkan itu. Menyaksikan itu saya jadi senyum-senyum; ya benar, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya di balik kesulitan itu ada kemudahan; seperti halnya hidup, dalam kemacetan itu ada “senyum yang indah, tangan yang tegap memegang setir dan kaki yang tak lelah melangkah…” []

mifka weblog

Anak Masa Depan di Persimpangan Jalan

Posted in Uncategorized with a total of No comments

Posted by MP3 Gratis on March 5th, 2010 - Permalink to this entry

Di sini, di seberang gedung sekolah, aku melihat anak-anak SD berhamburan pulang. Kulihat berpuluh wajah penuh peluh, derai tawa dan mata yang bening berbinar. Melihat mereka aku jadi ingat keponakan-keponakanku, mereka juga masih duduk di sekolah dasar. Di tempat lain, aku melihat bayi dalam gendongan. Aku melihat ibu hamil akan menyeberang jalan. Hm, aku ingat, tetanggaku hari ini akan melahirkan. Ah, kelahiran, daun-daun gugur dan kemudian tumbuh penggantinya. Anak-anak yang lahir dan tumbuh hari ini adalah mereka yang terpilih menjadi penerus silsilah keluarga; dan diantara mereka, kelak akan bekerja keras untuk sejarah dan nasib  zamannya sendiri. Anak-anak yang lahir dan tumbuh hari ini adalah anak-anak yang kelak akan bekerja di ladang-ladang masa depan; menanam pikiran, moral, mentalitas, kreativitas dan impian-impian besar. Mereka akan bekerja dengan kekuatan yang kita wariskan hari ini, dengan impian yang diwariskan sejarah hari ini.

Kita hari ini mempunyai tugas berat dan penting mempersiapkan anak-anak  untuk masa depan. Pikiran dan tubuh mereka hari ini masih kosong dan lemah, harus kita isi dengan pendidikan dan kesehatan. Kita dibebani tanggung jawab untuk memberi mereka pendidikan dan kesehatan yang layak. Bekal yang layak hari ini kelak akan menolong mereka dari ganasnya bahasa zaman yang lebih buas dari zaman kita. Berdosalah kita jika hanya bertugas melahirkan mereka tanpa memberi mereka kekuatan apapun. Pikiranku tiba-tiba melayang, memunguti ingatan dan kenangan. Aku merenung, menyulam nasehat dan masa silam,  ada yang bergemuruh berulangkali di lubuk kesadaranku.

Ah, betapa anak-anak adalah harta berharga bagi kita, bagi bangsa, bagi hidup ini. Kita harus memberinya bekal untuk jalan kehidupannya yang masih panjang. Benar, kita jangan memberi anak-anak kita keyakinan bahwa uang adalah hal yang paling penting untuk merumuskan kebahagiaan hidup. Jangan manjakan mereka dengan harta, ajari mereka tentang kerja keras dan proses perjuangan. Alirkan di benak mereka pemahaman bahwa kesenangan berbeda dengan kebahagiaan seperti halnya beda antara keinginan dan kebutuhan. Jangan ajari mereka terbiasa menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah hidup. Sirami jiwa mereka dengan hikmah tentang perbedaan dalam kehidupan.

Ya, mulailah peduli untuk mempersiapkan mereka menuju sebuah perjalanan panjang masa depan. Perjalanan zaman yang banyak tikungan, gelap, licin dan terjal. Mereka kelak akan melewati semua itu tidak hanya dengan keberanian, tetapi juga dengan segenap kesadaran. Mereka akan berjalan menuju masa depan, tanpa orang tuanya, tanpa kita. Seribu rintangan nasib akan mengusik langkah mereka. Jiwa dan pikiran mereka akan berjalan diantara godaan, hasutan, tipuan dan seribu bentuk kejahatan zaman.  Titipkan di dada mereka iman terhadap kebenaran dan kekuatan untuk tetap melindungi dan membelanya. Beri mereka kebijaksanaan untuk mencintai lingkungan dan sesama manusia. Beri mereka teladan tentang takzim yang tulus pada guru dan orang tua mereka, semangat kebaikan, kesabaran dan kepercayaan diri. Tumbuhkan pada diri mereka kemampuan untuk menghargai dan memahami dirinya sendiri.

Pikiran dan nasib mereka kelak akan berpacu dengan roda zaman, dihantui kebodohan, kemiskinan dan pengangguran. Akan tiba masanya bagi mereka dimana kekayaan dan kemiskinan mereka mempunyai resiko yang sama besar dan menakutkan. Hal itu akan terjadi jika mereka terhanyut dalam keserakahan dan kemalasan. Akan tiba waktunya bagi mereka dimana kepintaran dan kebodohan akan membunuh diri mereka sendiri. Hal itu kelak terjadi jika mereka tenggelam dalam ketidaksadaran zaman. Bisikkan pada mereka tentang perjalanan orang-orang yang akan berbaris di jalan yang lurus. Ceritakan pada mereka bahwa perbuatan apapun akan berbuahkan balasan. Tanamkan di jiwa mereka kejujuran untuk mengatakan bahwa salah adalah salah dan benar adalah benar, apapun resikonya. Ajari mereka kejernihan pikiran untuk memberi nasehat dan keberanian untuk menerima kritik dan nasehat. Benamkan di hati mereka pemahaman bahwa rasa sombong tidak akan pernah menolong hidup mereka. Bimbing mereka untuk mulai mencintai ilmu pengetahuan, mencintai rasa damai…

Ah, di sini, di trotoar yang panas, laju pikiranku terhempas. Tak selesai. Suara bising knalpot menggilas lamunanku. Aku melihat anak-anak SMA bergerombol di tepi jalan. Aku ingat berita tawuran anak sekolah beberapa hari yang lalu. Di kejauhan, kulihat anak-anak SMP berkelompok mal-mal. Langit pun teduh, senja perlahan mengendap di kaki langit. Tapi, anak-anak jalanan masih hilir mudik di sepanjang jalan, diantara lampu-lampu mobil. Mereka berkeliaran dalam gelap. Adzan maghrib terdengar, bergema bercampur nyanyian anak-anak yang mendekap gitar di bawah lampu merah.  Ah, seribu anak masa depan di persimpangan jalan, anak-anak yang  merangkak dan meraba-raba di tikungan zaman. Aku ingat keponakan-keponakanku. Pikiranku terpaku. Kuhentikan pena di atas buku harianku. Hati saya berdarah, mengucurkan gelisah, lelah…

Bandung, Maret 2010

 

mifka weblog

Download MP3: Musikalisasi Puisi Grup Musik Valet

Posted in Uncategorized with a total of No comments

Posted by MP3 Gratis on February 25th, 2010 - Permalink to this entry

Download MP3: Musikalisasi Puisi Grup Musik Valet

Ditulis oleh Badru Tamam Mifka di/pada 25 Februari 2010

Valet adalah grup musik musikalisasi puisi yang di “komandani” Rieke “Oneng” Diah Pitaloka. Dalam album pertamanya di tahun 2006-an, Rieke dibantu oleh musisi Erwin Norom dalam aransemen musiknya. Tak heran, jika ide bagus Rieke dengan aransemen yang cukup apik dan unik membuat album yang bernuansa puitis ini sangat indah dan enak di dengar.  Gabungan instrumen, lirik dan suara vokalnya melahirkan kolaborasi musik yang segar, romantis, cantik dan memesona. Tentu saja, koleksi lagu  ini juga sarat dengan pesan yang baik. Materi lagu-lagu di album Valet tak jauh mengangkat realitas kehidupan masyarakat dan permenungan hidup, kegelisahan,  juga kritik sosial dan kuasa. Nah, bagi yang suka koleksi ini, saya punya beberapa lagunya, silakan download.

Album Musikalisasi Puisi Valet:

Valet – Hujan
Valet – Penjaga Tiang Gantungan
Valet – Ibu
Valet – Situs
Valet – Selamat Pagi, Tuhan
Valet – Setan
Valet – It’s Time

Kembali ke halaman “Musikalisasi Puisi” >

Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.

mifka weblog

  • Recent Search

  • Recent Posts

  • Categories

    Web Stats



  • Theme by OnlyBlogThemes. Sponsored by Tenerife Blog.